Wafat di Bulan Ramadan Belum Tentu Surga

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambaran surga dengan tangga bercahaya di antara hamparan awan.

Ilustrasi gambaran surga dengan tangga bercahaya di antara hamparan awan.

Jakarta, iNBrita.comUmat Islam memuliakan bulan Ramadan karena Allah SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu, apakah seorang Muslim yang meninggal di bulan Ramadan otomatis masuk surga?

Benarkah Wafat di Bulan Ramadan Dijamin Masuk Surga?

Tidak ada ayat Al-Qur’an maupun hadits yang secara tegas menyatakan bahwa setiap Muslim yang wafat di bulan Ramadan pasti masuk surga. Al-Qur’an dan hadits tidak memberikan jaminan tersebut hanya berdasarkan waktu wafatnya.

Namun, Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang keutamaan orang yang menjaga keimanan dan amal salehnya hingga akhir hayat. Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban, Amr bin Murrah al-Juhni menceritakan bahwa seorang lelaki dari Qudha’ah bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, aku melaksanakan salat lima waktu, berpuasa Ramadan, mendirikan salat (tarawih) di bulan Ramadan, dan menunaikan zakat?”

Baca Juga :  Tim Sat Reskrim Polres Kerinci Berhasil Gagalkan Penyelundupan Minyak Ilegal

Rasulullah SAW menjawab, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan seperti itu, maka ia termasuk golongan syuhada dan shiddiqin.” (HR Ibnu Hibban).

Hadits ini menegaskan bahwa Allah memberikan kedudukan mulia kepada orang yang menjaga iman dan konsisten beramal saleh hingga wafat, bukan semata-mata karena ia meninggal di bulan Ramadan.

Dalam buku Jawahir Al-Bukhari karya Syaikh Muhammad Musthafa Imarah yang diterjemahkan M Abdul Ghoffar, penulis menjelaskan bahwa seseorang bisa meraih jaminan surga jika ia termasuk golongan orang saleh. Ia mengisi hidupnya dengan kebaikan dan menjauhi larangan Allah SWT. Jadi, kualitas amal menjadi penentu, bukan waktu wafatnya.

Al-Qur’an juga menegaskan syarat keselamatan dalam Surah Al-Asr ayat 1–3. Allah SWT menyatakan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang:

  1. Beriman,

  2. Beramal saleh,

  3. Saling menasihati dalam kebenaran,

  4. Saling menasihati dalam kesabaran.

Imam Syafi’i menjelaskan bahwa empat kriteria dalam Surah Al-Asr ini menjadi fondasi keselamatan seorang Muslim. Iman harus melahirkan amal saleh. Amal saleh harus disertai ajakan kepada kebenaran dan kesabaran. Dengan memenuhi kriteria ini, seorang Muslim menapaki jalan menuju surga.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Usai Pelemahan Hari Kemarin

Pendapat Ulama tentang Wafat di Bulan Ramadan

Para ulama juga menegaskan bahwa wafat di bulan Ramadan tidak otomatis menjamin surga. Syekh Nur Ali Salman, sebagaimana dikutip dari NU Online dan merujuk pada Dairatul Ifta Yordania, menyatakan bahwa seseorang masuk surga karena anugerah Allah dan karena amal salehnya. Ramadan memang menjadi musim terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Namun, tidak semua orang yang meninggal di bulan Ramadan langsung masuk surga. Amal saleh tetap menjadi sebab utama seseorang meraih surga.

Dengan demikian, kita tidak bisa menjadikan waktu wafat sebagai jaminan keselamatan. Seorang Muslim perlu memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta menjaga konsistensi dalam kebaikan sepanjang hidupnya. Ramadan memberi peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi amal dan rahmat Allah-lah yang menentukan seseorang masuk surga.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syarat Shalat Taubat Agar Diterima Allah SWT Menurut Ulama
Hukum Menuduh Zina Tanpa Bukti Menurut Islam
Doa Minta Hujan Lengkap Arab Latin dan Artinya
Gua Hira Saksi Turunnya Wahyu Pertama Rasulullah SAW
Penyebab Doa Belum Terkabul Meski Rutin Salat Tahajud
Bacaan Doa Akhir Tahun Islam Arab Latin Artinya
Rahasia Karpet Masjid Nabawi Tetap Bersih dan Nyaman
Hukum Mengambil Tempat Duduk Orang Lain Menurut Islam
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:00 WIB

Syarat Shalat Taubat Agar Diterima Allah SWT Menurut Ulama

Senin, 22 Juni 2026 - 04:00 WIB

Hukum Menuduh Zina Tanpa Bukti Menurut Islam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 04:00 WIB

Doa Minta Hujan Lengkap Arab Latin dan Artinya

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:00 WIB

Gua Hira Saksi Turunnya Wahyu Pertama Rasulullah SAW

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:00 WIB

Penyebab Doa Belum Terkabul Meski Rutin Salat Tahajud

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB