Jakarta, iNBrita.com – Umat Islam memuliakan bulan Ramadan karena Allah SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu,” (HR Bukhari dan Muslim).
Lalu, apakah seorang Muslim yang meninggal di bulan Ramadan otomatis masuk surga?
Benarkah Wafat di Bulan Ramadan Dijamin Masuk Surga?
Tidak ada ayat Al-Qur’an maupun hadits yang secara tegas menyatakan bahwa setiap Muslim yang wafat di bulan Ramadan pasti masuk surga. Al-Qur’an dan hadits tidak memberikan jaminan tersebut hanya berdasarkan waktu wafatnya.
Namun, Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang keutamaan orang yang menjaga keimanan dan amal salehnya hingga akhir hayat. Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban, Amr bin Murrah al-Juhni menceritakan bahwa seorang lelaki dari Qudha’ah bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, aku melaksanakan salat lima waktu, berpuasa Ramadan, mendirikan salat (tarawih) di bulan Ramadan, dan menunaikan zakat?”
Rasulullah SAW menjawab, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan seperti itu, maka ia termasuk golongan syuhada dan shiddiqin.” (HR Ibnu Hibban).
Hadits ini menegaskan bahwa Allah memberikan kedudukan mulia kepada orang yang menjaga iman dan konsisten beramal saleh hingga wafat, bukan semata-mata karena ia meninggal di bulan Ramadan.
Dalam buku Jawahir Al-Bukhari karya Syaikh Muhammad Musthafa Imarah yang diterjemahkan M Abdul Ghoffar, penulis menjelaskan bahwa seseorang bisa meraih jaminan surga jika ia termasuk golongan orang saleh. Ia mengisi hidupnya dengan kebaikan dan menjauhi larangan Allah SWT. Jadi, kualitas amal menjadi penentu, bukan waktu wafatnya.
Al-Qur’an juga menegaskan syarat keselamatan dalam Surah Al-Asr ayat 1–3. Allah SWT menyatakan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang:
Beriman,
Beramal saleh,
Saling menasihati dalam kebenaran,
Saling menasihati dalam kesabaran.
Imam Syafi’i menjelaskan bahwa empat kriteria dalam Surah Al-Asr ini menjadi fondasi keselamatan seorang Muslim. Iman harus melahirkan amal saleh. Amal saleh harus disertai ajakan kepada kebenaran dan kesabaran. Dengan memenuhi kriteria ini, seorang Muslim menapaki jalan menuju surga.
Pendapat Ulama tentang Wafat di Bulan Ramadan
Para ulama juga menegaskan bahwa wafat di bulan Ramadan tidak otomatis menjamin surga. Syekh Nur Ali Salman, sebagaimana dikutip dari NU Online dan merujuk pada Dairatul Ifta Yordania, menyatakan bahwa seseorang masuk surga karena anugerah Allah dan karena amal salehnya. Ramadan memang menjadi musim terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Namun, tidak semua orang yang meninggal di bulan Ramadan langsung masuk surga. Amal saleh tetap menjadi sebab utama seseorang meraih surga.
Dengan demikian, kita tidak bisa menjadikan waktu wafat sebagai jaminan keselamatan. Seorang Muslim perlu memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, serta menjaga konsistensi dalam kebaikan sepanjang hidupnya. Ramadan memberi peluang besar untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi amal dan rahmat Allah-lah yang menentukan seseorang masuk surga.
(Tim*)












