Sungai Penuh, iNBrita.com – Pada Sabtu (24/1), Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menghadiri Kenduri Sko Luhah Depati Intan Sulak Mukai di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Sulak Mukai, masyarakat Sakti Alam Kerinci menggelar kegiatan adat ini dengan khidmat dan penuh kebersamaan untuk melestarikan tradisi dan budaya .
Kenduri Sko menjadi identitas budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci. Selain memuat nilai-nilai luhur adat, tradisi ini juga mengajarkan ajaran agama. Warga mempererat silaturahmi dan berdoa agar daerah selalu diberkahi kesuburan, kemakmuran, keamanan, dan kedamaian. Dengan begitu, tercipta negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Wali Kota Alfin memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat serta pemangku adat atas terselenggaranya Kenduri Sko. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri daerah. Dengan dukungan ini, generasi mendatang tetap bisa mengenal warisan budaya mereka.
“Tradisi Kenduri Sko bukan hanya warisan budaya, tetapi juga perekat persatuan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus melestarikan nilai-nilai adat yang sejalan dengan ajaran agama,” ujar Wali Kota Alfin.
Acara ini dihadiri Gubernur Provinsi Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, SE, MM, para kepala OPD terkait, tokoh masyarakat, depati, ninik mamak, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran pejabat dan tokoh adat menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga serta mengembangkan nilai budaya lokal di tengah modernisasi.
(vvr)








