Sungai Penuh, iNBrita.com – Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, menekankan pentingnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pilar kemandirian kota. Oleh karena itu, pada Senin (29/12), ia memimpin kajian optimalisasi pajak dan retribusi daerah yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan PAD dan mendorong percepatan pembangunan.
Hadir, Wakil Walikota Azhar Hamzah,ketua DPRD, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD, camat, dan tokoh masyarakat. Selain itu, Walikota Alfin menyatakan bahwa PAD bukan sekadar angka dalam anggaran. PAD mencerminkan kemampuan pemerintah menggali dan mengelola potensi ekonomi lokal demi kesejahteraan masyarakat.
“Dengan demikian, melalui kajian ini, kami mengevaluasi dan merumuskan strategi penguatan PAD. Fokusnya pada optimalisasi pajak dan retribusi, peningkatan kinerja BUMD, serta inovasi pelayanan publik yang mudah, transparan, dan adil,” ujar Wako Alfin. Lebih lanjut, ia menambahkan, pemerintah kota memperkuat tata kelola pendapatan dan mendorong digitalisasi sistem pemungutan pajak serta retribusi.
Walikota Alfin juga menekankan pengembangan UMKM, pariwisata, dan sektor unggulan daerah. Selain itu, ia mendorong pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan.
Dengan kata lain, kolaborasi ini menjadi kunci agar penerimaan daerah meningkat dan pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Alfin menegaskan, penguatan PAD bertujuan meningkatkan anggaran pemerintah sekaligus memperbaiki layanan publik bagi masyarakat.
Akhirnya, dengan langkah sistematis dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Sungai Penuh berharap kajian ini menghasilkan strategi nyata yang cepat diterapkan.Walikota Alfin optimistis langkah ini membuka peluang ekonomi baru dan menegaskan posisi Sungai Penuh sebagai kota mandiri dan berdaya saing.
(eni)









