11 Makanan yang Diyakini Membawa Keberuntungan di Berbagai Negara
Jakarta, iNBrita.com – Berbagai negara memiliki tradisi kuliner yang sarat makna. Masyarakat tidak hanya menikmati makanan sebagai sumber energi, tetapi juga menjadikannya simbol harapan, kemakmuran, kesehatan, dan umur panjang. Karena itu, mereka rutin menyajikan hidangan tertentu dalam berbagai perayaan, terutama saat menyambut Tahun Baru.
Setiap tradisi lahir dari latar belakang yang berbeda. Sebagian masyarakat menghubungkan bentuk makanan dengan simbol kekayaan, sedangkan yang lain mengaitkan warna maupun pelafalannya dengan keberuntungan. Hingga kini, mereka terus menjaga tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas budaya.
Mengutip Times of India, berikut 11 makanan yang dipercaya membawa keberuntungan di berbagai negara.
1. Warga Spanyol Menyantap 12 Butir Anggur
Warga Spanyol menyantap 12 butir anggur saat lonceng pergantian tahun berbunyi. Mereka memakan satu butir setiap kali lonceng berdentang sebagai harapan agar setiap bulan pada tahun berikutnya membawa keberuntungan. Melalui tradisi Las Doce Uvas de la Suerte, mereka mendoakan kehidupan yang lebih makmur.
2. Masyarakat Italia Memilih Lentil sebagai Lambang Rezeki
Masyarakat Italia memasukkan lentil ke dalam menu makan malam Tahun Baru. Mereka memilih lentil karena bentuknya menyerupai koin Romawi kuno. Selanjutnya, mereka menyajikan lentil bersama sosis cotechino atau zampone sebagai simbol harapan agar kekayaan terus bertambah.
3. Masyarakat China Menjaga Mi Tetap Utuh
Masyarakat China menyajikan mi panjang dalam berbagai perayaan penting, termasuk Tahun Baru Imlek dan ulang tahun. Mereka memaknai mi sebagai simbol umur panjang dan kesehatan. Oleh sebab itu, mereka tidak memotong mi saat memasak maupun ketika menyantapnya.
4. Warga Amerika Serikat Memasak Black-Eyed Pea
Warga di wilayah selatan Amerika Serikat memasak black-eyed pea setiap Tahun Baru. Mereka mengolah kacang tersebut menjadi hidangan Hoppin’ John bersama nasi dan sayuran hijau. Dengan tradisi itu, mereka mengungkapkan harapan akan rezeki, kemakmuran, dan keberhasilan.
5. Keluarga Yunani Memecahkan Buah Delima
Keluarga di Yunani memecahkan buah delima di depan pintu rumah saat Tahun Baru. Mereka berharap biji-biji delima yang berhamburan membawa kesuburan, kebahagiaan, dan keberuntungan bagi seluruh anggota keluarga.
6. Masyarakat Jepang Menyajikan Ikan Sea Bream
Masyarakat Jepang menghadirkan ikan sea bream dalam pesta pernikahan maupun perayaan Tahun Baru. Mereka mengaitkan nama ikan tersebut dengan kata medetai yang bermakna kebahagiaan dan keberuntungan. Karena itu, mereka menjadikan hidangan ini sebagai lambang kesuksesan.
7. Keluarga China Membuat Dumpling Berbentuk Emas
Keluarga di China membuat dumpling dengan bentuk menyerupai batangan emas kuno. Mereka menyantapnya saat Tahun Baru Imlek sebagai doa agar rezeki terus mengalir. Bahkan, sebagian keluarga menyelipkan koin ke dalam salah satu dumpling untuk memberikan simbol keberuntungan kepada orang yang menemukannya.
8. Masyarakat Filipina Menata Buah-Buahan Bulat
Masyarakat Filipina menyiapkan 12 jenis buah berbentuk bulat menjelang pergantian tahun. Mereka memilih buah-buahan tersebut karena bentuknya menyerupai koin. Anggur, apel, jeruk, dan melon menjadi buah yang paling sering mereka sajikan sebagai lambang kelimpahan rezeki.
9. Masyarakat Jepang Membuat Mochi Bersama
Masyarakat Jepang membuat mochi dari beras ketan melalui proses penumbukan tradisional yang melibatkan banyak orang. Mereka menghadirkan mochi dalam setiap perayaan Tahun Baru sebagai simbol umur panjang, kekuatan, dan keharmonisan keluarga.
10. Masyarakat China Memberikan Jeruk Mandarin
Masyarakat China saling memberikan jeruk mandarin saat merayakan Tahun Baru Imlek. Mereka menganggap warna oranye keemasan buah tersebut melambangkan kekayaan. Selain itu, mereka mengaitkan pelafalan nama jeruk dengan kata yang berarti keberuntungan sehingga tradisi tersebut terus bertahan.
11. Warga Amerika Serikat Menyajikan Cornbread
Warga di wilayah selatan Amerika Serikat menyajikan cornbread sebagai hidangan Tahun Baru. Mereka menghubungkan warna kuning keemasan roti jagung dengan emas yang melambangkan kemakmuran. Selanjutnya, mereka melengkapi hidangan itu dengan black-eyed pea dan collard greens sebagai simbol harapan akan rezeki yang melimpah.
Melalui tradisi tersebut, masyarakat di berbagai negara menunjukkan bahwa makanan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyampaikan doa dan harapan. Mereka terus mempertahankan warisan kuliner itu agar nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya tetap hidup dari generasi ke generasi.
(eny)









