Jakarta, iNBrita.com – Puasa Ramadhan bisa menjadi momen tepat untuk memperbaiki pola makan dan menjaga kesehatan. Namun, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan suci karena menjalani kebiasaan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka.
Berikut delapan kebiasaan yang sering memicu berat badan naik saat puasa, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami.
1. Kalap Saat Berbuka
Banyak orang langsung menyantap makanan dalam porsi besar setelah seharian menahan lapar dan haus. Rasa lapar yang memuncak membuat mereka sulit mengontrol diri.
Kebiasaan ini membuat perut terasa begah, memperlambat metabolisme, dan memicu lonjakan gula darah. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan mengantuk.
Dr. Farhana Bin Lootah, konsultan medis internal di Imperial College London Diabetes Centre (ICDLC), menegaskan bahwa makan berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan membuat kadar gula darah tidak stabil, terutama pada penderita diabetes.
Awali berbuka dengan kurma dan air putih dalam porsi kecil. Setelah itu, beri jeda sebelum menyantap makanan utama.
2. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis
Kolak, es buah, sirup, dan aneka kue manis memang menggoda saat berbuka. Namun, konsumsi gula berlebihan memicu lonjakan insulin yang mendorong tubuh menyimpan lemak.
Makanan tinggi gula juga membuat tubuh cepat lapar kembali. Pilih karbohidrat kompleks dan buah segar agar energi tetap stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.
3. Kurang Minum Air Putih
Sebagian orang lebih memilih minuman manis dibanding air putih saat berbuka. Padahal, tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar metabolisme tetap optimal.
Kekurangan cairan memperlambat pembakaran lemak dan membuat tubuh mudah lelah. Penuhi kebutuhan sekitar delapan gelas air putih per hari, mulai dari berbuka hingga sahur.
Dr. Farhana juga mengingatkan agar tidak hanya minum sedikit saat berbuka lalu mengabaikan kebutuhan cairan hingga keesokan hari.
4. Langsung Tidur Setelah Makan
Sebagian orang langsung tidur setelah sahur atau berbuka. Kebiasaan ini mengganggu proses pencernaan karena tubuh masih bekerja mengolah makanan.
Jika Anda langsung berbaring, metabolisme melambat dan tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Beri jeda minimal satu jam sebelum tidur. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai agar pencernaan lebih lancar.
5. Menghindari Olahraga
Rasa lemas sering membuat orang enggan berolahraga saat puasa. Padahal, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik untuk membakar kalori.
Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, stretching, atau yoga menjelang berbuka atau setelah tarawih. Aktivitas fisik membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kebugaran tubuh.
Menurut Dr. Farhana, gerakan tubuh merangsang kontraksi alami otot usus sehingga sistem pencernaan bekerja lebih baik.
6. Terlalu Banyak Makan Gorengan
Gorengan menjadi menu favorit saat berbuka. Namun, konsumsi berlebihan meningkatkan asupan lemak trans yang sulit dicerna tubuh.
Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan memicu penumpukan lemak. Pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang sebagai alternatif yang lebih sehat.
7. Melewatkan Sahur
Sebagian orang sengaja melewatkan sahur karena malas bangun atau merasa tidak lapar. Padahal, sahur membantu menjaga energi sepanjang hari.
Tanpa sahur, rasa lapar saat berbuka menjadi lebih ekstrem sehingga Anda cenderung makan berlebihan. Konsumsi menu sahur yang kaya protein, serat, dan lemak sehat agar kenyang lebih lama.
8. Makan Berat Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Banyak orang makan dalam jumlah besar menjelang tidur. Kebiasaan ini membuat tubuh tidak sempat membakar kalori secara optimal.
Saat tidur, metabolisme melambat dan tubuh menyimpan sisa energi sebagai lemak. Usahakan makan malam setidaknya dua jam sebelum tidur. Jika masih lapar, pilih camilan sehat seperti buah atau yogurt rendah lemak.
Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat, Anda bisa menjadikan puasa sebagai momen untuk menjaga berat badan tetap ideal dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
(Tim*)














