BMKG: Musim Kemarau dan Monsun Australia Penyebab Suhu Dingin
iNBrita.com – Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci saat ini tengah memasuki musim kemarau.
Kondisi ini ditandai dengan fenomena bediding, yaitu munculnya suhu udara yang sangat dingin, terutama pada malam hingga dini hari.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan bahwa fenomena bediding umum terjadi pada musim kemarau. Suhu udara turun drastis karena pengaruh monsun Australia yang membawa massa udara dingin dari Benua Australia ke wilayah Indonesia.
“Angin monsun Australia yang menguat selama musim kemarau membawa udara dingin dan kering ke wilayah Sumatra, termasuk Kerinci dan Sungai Penuh,” jelas Kurnia, Kamis (11/7/2025).
Fenomena udara dingin ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gangguan pernapasan, alergi, dan flu akibat paparan suhu rendah.
“Gunakan pakaian hangat, seperti jaket tebal, selimut, dan kaos kaki, terutama saat malam hari,” saran Kurnia.
Ia juga mengingatkan warga agar menjaga daya tahan tubuh, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung. (Eni Syamsir)













