Kata dan Perilaku Tak Tunjukkan Tinggi IQ

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi otak

ilustrasi otak

Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang menilai kecerdasan seseorang dari cara berbicara atau perilakunya yang tampak. Namun, anggapan bahwa kemampuan berbicara atau kebiasaan tertentu menunjukkan tingkat IQ yang tinggi ternyata keliru.

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa seseorang tidak bisa mengukur IQ hanya dari ucapan atau perilaku. Ia menegaskan, IQ merupakan aspek kompleks yang mencakup berbagai kemampuan kognitif.

“IQ menggambarkan tingkat intelegensi seseorang. Kalau kita bicara soal ucapan, itu lebih berkaitan dengan kemampuan komunikasi dan daya persuasi. Sementara IQ melibatkan banyak hal seperti kemampuan berpikir abstrak, numerik, logis, analitis, serta fleksibel,” ujar Sari saat dihubungi detikcom, Rabu (15/10/2025).

Ia menepis anggapan bahwa orang yang pandai berbicara atau bersikap sopan otomatis memiliki IQ tinggi. “Menurut saya, hal itu tidak bisa dijadikan ukuran kecerdasan,” tambahnya.

Sari menjelaskan, individu dengan IQ tinggi umumnya mampu berpikir dan bertindak secara logis. Mereka cenderung menganalisis risiko sebelum mengambil keputusan.

“Orang dengan IQ tinggi biasanya mampu memahami informasi baru dengan cepat, menyusun berbagai informasi menjadi satu kesatuan, lalu menarik kesimpulan yang tepat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa manusia memiliki kepribadian yang kompleks. Kecerdasan tinggi tidak selalu tercermin dari sikap tertentu. “Orang dengan intelegensi tinggi bisa saja ekspresif atau berani mengambil risiko. Jadi, tidak bisa disamaratakan bahwa orang cerdas selalu tenang dan berhati-hati,” pungkasnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Fatty Liver dengan 4 Kebiasaan Hidup Sehat
BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:00 WIB

Cegah Fatty Liver dengan 4 Kebiasaan Hidup Sehat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Berita Terbaru

Harga emas Antam menguat Rp 10.000 menjadi Rp 2.541.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 per Gram

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:00 WIB

Mobil JUARA MAS siap mendekatkan layanan Dukcapil kepada masyarakat.

SUNGAI PENUH

JUARA MAS Hadir, Urus Dokumen Kependudukan Makin Mudah

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum yang kompak melemah pada perdagangan.(Foto : Ilustrasi kripto By AI)

Ekonomi

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Melemah

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB

Harga minyak dunia anjlok setelah AS dan Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdamai.(Foto : Freepik/wirestock)

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Buka Diplomasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:00 WIB