Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, BRIN Ungkap Fakta

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, iNBrita.com – Air hujan yang selama ini dianggap segar ternyata tidak sepenuhnya bersih. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik berbahaya yang berasal dari aktivitas manusia di perkotaan.

Temuan ini menandakan polusi plastik kini tidak hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga menyebar ke atmosfer.

Mikroplastik Turun Bersama Hujan

Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan penelitian sejak 2022 menemukan mikroplastik di setiap sampel air hujan di ibu kota. Partikel plastik mikroskopis itu terbentuk dari limbah plastik yang terurai dan melayang di udara akibat aktivitas manusia.

“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di lingkungan terbuka,” kata Reza, Kamis (16/10/2025).

Siklus Plastik di Udara

Fenomena ini terjadi karena siklus plastik telah mencapai atmosfer. Mikroplastik terangkat ke udara melalui debu jalan, asap pembakaran, atau aktivitas industri, lalu terbawa angin dan akhirnya turun kembali lewat hujan.

“Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, lalu turun lagi ke bumi lewat hujan,” ujarnya.

Partikel mikroplastik yang berukuran sangat kecil bahkan lebih halus dari debu biasa. Karena itu, manusia bisa menghirupnya atau menelannya melalui air dan makanan.

Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Reza menjelaskan, bahaya mikroplastik bukan berasal dari air hujannya, melainkan dari zat aditif beracun yang menempel di partikel tersebut, seperti ftalat, bisfenol A (BPA), dan logam berat. Di udara, partikel ini juga dapat mengikat polutan lain, seperti asap kendaraan dan hidrokarbon aromatik.

“Jadi sifat beracunnya berasal dari partikel mikroplastik dan bahan kimia yang terbawa di dalamnya,” tegasnya.

Pendapat Ahli IPB

Guru Besar IPB University, Prof Etty Riani, menilai fenomena ini sangat mungkin terjadi secara ilmiah. Mikroplastik dan nanoplastik memiliki massa ringan sehingga mudah terangkat ke atmosfer.

“Partikel ini bisa berasal dari gesekan ban mobil, pelapukan plastik kering, hingga serat pakaian sintetis,” jelasnya, dikutip dari laman IPB (20/10).

Ketika melayang di udara, partikel tersebut terseret arus angin dan akhirnya turun bersama hujan.

“Hujan berperan seperti pencuci udara. Mikroplastik yang melayang akan menempel pada tetesan air dan ikut jatuh ke bumi. Karena ukurannya kecil, kita mengira air hujan bersih,” tambahnya.

Dampak bagi Kesehatan dan Lingkungan

Meski riset masih berlangsung, sejumlah studi global menunjukkan paparan mikroplastik bisa menyebabkan stres oksidatif, gangguan hormon, dan kerusakan jaringan tubuh.

Di sisi lingkungan, air hujan bermikroplastik berpotensi mencemari sungai, danau, hingga laut, yang akhirnya masuk ke rantai makanan manusia.

“Efeknya muncul dalam jangka panjang, bukan langsung seperti keracunan pestisida,” ujar Reza.

Ia menambahkan, partikel halus juga bisa membawa bahan kimia pengganggu hormon dan metabolisme tubuh. Karena itu, BRIN terus meneliti seberapa besar dampaknya terhadap manusia di Indonesia.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini
Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin menyampaikan pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:00 WIB

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Petugas Polres Kerinci bersama warga memadamkan karhutla di Desa Semerap.

KERINCI

Sinergi Polres Kerinci dan Warga Padamkan Karhutla Semerap

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Sri Kartini Alfin menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Penuh.  (15/9/2026)

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Ajak Lansia Hidup Sehat Produktif

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:00 WIB