Waspadai Sumbatan Usus, Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemeriksaan pasien dengan sumbatan usus atau ileus obstruktif.

Ilustrasi pemeriksaan pasien dengan sumbatan usus atau ileus obstruktif.

Jakarta, iNBrita.com – Sumbatan usus atau ileus obstruktif merupakan kondisi darurat medis yang bisa berakibat fatal jika dokter tidak segera menanganinya. Belakangan, kondisi ini menjadi sorotan setelah ayah YouTuber Jerome, Marojahan Sintong Sijabat, meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa sumbatan usus dapat menyerang siapa saja. Namun, risikonya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Menurut Prof Ari, beberapa kondisi dapat memperbesar risiko seseorang mengalami sumbatan usus, salah satunya adalah kanker atau tumor.

“Kondisi ini bisa terjadi karena kanker usus, atau sumbatan yang disebabkan oleh kanker dan tumor,” ujar Prof Ari saat dihubungi detikcom, Minggu (2/11/2025).

Ia menambahkan, pasien yang pernah menjalani operasi di perut, seperti operasi caesar (seksio sesarea) atau laparotomi, juga berisiko mengalami sumbatan akibat perlengketan jaringan di dalam rongga perut.

Selain itu, pasien dengan mobilitas terbatas cenderung lebih rentan mengalami sumbatan karena kotoran dapat menumpuk dan mengeras di saluran pencernaan. Risiko ini juga meningkat pada pasien dengan gangguan pembuluh darah.

“Sumbatan bisa terjadi jika pembuluh darah yang menuju ke usus tersumbat, sehingga usus tidak bisa bergerak normal dalam waktu tertentu. Akibatnya, terjadi sumbatan,” jelasnya.

Prof Ari menuturkan bahwa hernia inguinalis juga bisa menyebabkan usus terperangkap di luar rongga perut dan menimbulkan sumbatan.

“Beberapa kasus menunjukkan usus terjebak di luar karena hernia, dan akhirnya menyebabkan sumbatan,” kata Prof Ari.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan nyeri perut yang menetap, terutama jika disertai mual, muntah, kembung, serta kesulitan buang air besar atau buang gas.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini
Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Petugas Polres Kerinci bersama warga memadamkan karhutla di Desa Semerap.

KERINCI

Sinergi Polres Kerinci dan Warga Padamkan Karhutla Semerap

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Sri Kartini Alfin menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Penuh.  (15/9/2026)

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Ajak Lansia Hidup Sehat Produktif

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam menguat Rp1.000 menjadi Rp2.593.000 per gram pada Rabu, 16 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:00 WIB