Jakarta, iNBrita.com – Konten video pendek di media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels kini menjadi sumber hiburan utama bagi banyak orang. Format video yang singkat, cepat, dan penuh stimulasi membuat pengguna mudah betah berlama-lama menonton. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Banyak ahli menyebut kondisi ini dengan istilah brain rot.
Brain rot menggambarkan penurunan kemampuan fokus, konsentrasi, dan daya pikir akibat paparan konten cepat secara berlebihan. Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami kondisi ini. Mereka masih berada dalam tahap perkembangan otak dan belum memiliki kemampuan konsentrasi yang matang.
Spesialis bedah saraf, dr Dimas Rahman Setiawan, SpBS, menjelaskan bahwa orang dewasa memang memiliki kemampuan fokus yang lebih baik dibandingkan anak-anak. Orang dewasa sudah mampu mengatur perhatian dan memahami cara berkonsentrasi dalam waktu lebih lama. Meski begitu, dr Dimas menegaskan bahwa orang dewasa tetap tidak sepenuhnya aman dari risiko brain rot.
Menurut dr Dimas, kebiasaan menonton video pendek secara berlebihan dapat memicu kecanduan terhadap stimulasi cepat. Otak akan terbiasa menerima hiburan instan dan terus mengharapkan kepuasan dalam waktu singkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat seseorang sulit kembali mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus, kesabaran, dan waktu yang lama.
Jika kecanduan semakin parah, seseorang bisa kesulitan menentukan prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga dapat mengalami hambatan dalam memecahkan masalah karena otak tidak terbiasa berpikir secara mendalam dan terstruktur. Akibatnya, individu tersebut dapat merasa kewalahan saat menghadapi masalah nyata.
Dr Dimas menambahkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan mental, termasuk depresi. Ketika seseorang tidak mampu memahami masalah dan mencari solusi dengan baik, tekanan emosional akan semakin besar. Oleh karena itu, dr Dimas mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi video pendek dan melatih kembali kemampuan fokus agar kesehatan otak tetap terjaga.
(VVR*)









