Italia Restorasi Istana Renaisans Dekat Colosseum Roma

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Villa Silvestri Rivaldi di Roma direstorasi untuk menjadi pusat budaya baru

Villa Silvestri Rivaldi di Roma direstorasi untuk menjadi pusat budaya baru

Jakarta, iNBrita.com – Setelah lebih dari empat dekade terbengkalai, sebuah bangunan bersejarah di pusat kota Roma akhirnya memasuki fase kebangkitan. Pemerintah Italia kini secara aktif menghidupkan kembali Villa Silvestri Rivaldi, istana era Renaisans abad ke-16, melalui proyek restorasi besar bernilai puluhan juta euro.

Pertama-tama, bangunan yang berdiri tepat di dekat Colosseum dan Forum Romawi ini dikenal pula dengan nama Palazzo Silvestri Rivaldi. Pada masa kejayaannya, istana ini menampung para bangsawan serta pejabat tertinggi Gereja Katolik Roma. Namun seiring waktu, bangunan tersebut kehilangan fungsi utamanya. Karena itu, pada tahun 2024, Pemerintah Wilayah Lazio mengambil langkah tegas dengan membeli bangunan ini seharga €25 juta atau sekitar Rp490 miliar. Melalui pembelian tersebut, pemerintah berupaya mencegah kerusakan yang semakin parah. Selanjutnya, pemerintah merencanakan pemanfaatan bangunan ini sebagai pusat kebudayaan utama di Roma.

Sementara itu, mengutip Artnet News, Pemerintah Lazio bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Italia untuk memulai proyek restorasi senilai €35 juta atau sekitar Rp686 miliar. Selama hampir 40 tahun sebelumnya, pengelola membiarkan bangunan abad ke-16 ini kosong tanpa perawatan memadai. Akibatnya, struktur bangunan mengalami berbagai kerusakan serius.

Tidak hanya itu, proyek ini juga melampaui sekadar perbaikan fisik. Pemerintah secara aktif menyiapkan skema pengelolaan jangka panjang agar masyarakat dapat mengakses situs bersejarah ini secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Menteri Kebudayaan Italia, Alessandro Giuli, menekankan pentingnya peran negara dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kekayaan seni, sejarah, dan budaya yang melekat pada bangunan ini menuntut keterlibatan penuh dari berbagai pemikiran dan kekuatan kreatif. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan potensi situs bersejarah tersebut.

Baca Juga :  Fenomena Lingkaran Merah ELVEs Muncul di Italia

Sejarah dari Masa ke Masa

Pada awalnya, Paus Paulus III memerintahkan pembangunan Palazzo Silvestri Rivaldi pada tahun 1540. Selanjutnya, arsitek ternama Antonio da Sangallo il Giovane merancang kompleks ini sebagai lokasi jamuan dan upacara penting. Sejak awal berdiri, bangunan ini menampilkan ruang berkubah, kapel pribadi, ruang belajar, serta aula besar yang dihiasi patung dan lukisan.

Seiring berjalannya waktu, fungsi bangunan ini terus berubah. Pertama, sejumlah keluarga bangsawan Italia, seperti Medici, Colonna, Margotti, dan Pio di Savoia, memilih tinggal di istana tersebut. Kemudian, Kardinal Alessandro de’ Medici menempatinya sebelum akhirnya menjabat sebagai Paus Leo XI.

Memasuki abad ke-17, pengelola kembali mengubah fungsi istana. Pada tahap ini, mereka mengalihkannya menjadi biara, lalu pabrik tekstil, lembaga kesejahteraan, hingga sekolah. Namun demikian, kondisi bangunan mulai menurun tajam pada tahun 1932. Saat itu, rezim Benito Mussolini menghancurkan taman istana demi pembangunan jalan raya. Akibat keputusan tersebut, bangunan kehilangan salah satu elemen pentingnya.

Selanjutnya, pada dekade 1970-an, kelompok musisi dan aktivis memanfaatkan bangunan ini sebagai tempat tinggal sementara. Bahkan, pada tahun 1976, sekelompok komunis menggunakan lokasi ini untuk menyekap seorang tukang daging. Peristiwa-peristiwa tersebut semakin memperburuk citra dan kondisi bangunan.

Restorasi Ungkap Sejarah Terkubur

Kemudian, sekitar tahun 2020, tim restorasi mulai melakukan intervensi awal. Dalam proses tersebut, para arkeolog menemukan grafiti ilegal serta lukisan dinding bersejarah yang sebelumnya tertutup. Pengelola lama sengaja menutup lukisan tersebut ketika mereka mengubah bangunan menjadi tempat tinggal perempuan miskin.

Berikutnya, pada tahun 2024, pemerintah memulai tahap restorasi awal dengan menstabilkan struktur bangunan. Tim teknis memperbaiki lantai dan langit-langit yang runtuh agar bangunan kembali aman. Selain itu, para konservator memulihkan lukisan dinding menggunakan teknologi modern, termasuk metode pembersihan laser.

Baca Juga :  Reza Pahlavi buka suara usai Khamenei tewas

Di sisi lain, tim restorasi juga memusatkan perhatian pada area taman. Mereka berhasil menemukan kembali teras dan jalur lama yang dahulu menghubungkan istana dengan berbagai situs utama di Roma. Oleh karena itu, Pemerintah Lazio menilai pelestarian taman ini sangat penting untuk merekonstruksi topografi bersejarah Roma bagian tengah.

Menuju Pusat Budaya Baru Eropa

Selanjutnya, mengutip Wanted in Rome, restorasi penuh Palazzo Silvestri Rivaldi akan dimulai pada tahun 2026. Setelah itu, pemerintah akan membuka bangunan ini secara bertahap untuk umum setelah tertutup selama empat dekade. Kompleks seluas sekitar 7.000 meter persegi ini menyimpan lukisan dinding mitologi yang dikaitkan dengan Perin del Vaga, lantai bersejarah, serta plafon berpetak khas Renaisans.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Wilayah Lazio, Francesco Rocca, menegaskan bahwa kompleks Renaisans ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Menurutnya, meninggalkan bangunan ini tanpa perawatan akan menimbulkan risiko besar bagi keberlangsungan warisan budaya Italia.

Akhirnya, pemerintah menargetkan istana ini menjadi salah satu pusat kebudayaan paling menarik di Eropa. Untuk sementara, pengelola membuka kunjungan terbatas melalui sistem reservasi hingga awal Januari 2026. Pada saat yang sama, pemerintah membuka area taman secara gratis bagi masyarakat selama musim liburan.

Dengan demikian, meski pemerintah masih mengkaji fungsi akhir bangunan ini, Italia memastikan pemanfaatannya akan tetap sejalan dengan nilai sejarah dan artistiknya. Langkah tersebut sekaligus menandai kebangkitan kembali salah satu harta Renaisans Roma yang selama ini terkubur oleh waktu.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia
Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi HP  (pexels.com/Andrey Matveev)

Teknologi

Harga HP dan Laptop Naik Akibat Ledakan AI

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi Game Free Fire Garena (Dok. Garena)

Game

Kode Redeem Free Fire 16 Juni 2026 Terbaru Hari Ini

Selasa, 16 Jun 2026 - 01:00 WIB

Alstroemeria  berbunga lebat dan tahan panas. ( Foto Pexels)

Ekonomi

Cara Menanam Alstroemeria Agar Rajin Berbunga

Selasa, 16 Jun 2026 - 00:00 WIB

Suplemen minyak ikan mengandung omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan mengontrol kolesterol.( Foto : https://www.naturalfarm.id)

Kesehatan

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini untuk produk UBS dan Galeri 24. (Dok. Pegadaian)

Ekonomi

Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sebelum Membeli

Senin, 15 Jun 2026 - 13:15 WIB