Push Your Limit Tak Cocok untuk Pelari Pemula

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelari nasional Odekta Elvina Naibaho menekankan pentingnya lari sesuai kemampuan tubuh, bukan memaksakan diri.

Pelari nasional Odekta Elvina Naibaho menekankan pentingnya lari sesuai kemampuan tubuh, bukan memaksakan diri.

Jakarta, iNBrita.comTren lari jarak jauh semakin populer di kalangan anak muda Indonesia. Banyak pelari mengusung slogan “push your limit” sebagai motivasi untuk meningkatkan performa. Namun, di balik semangat tersebut, muncul pertanyaan penting: sampai sejauh mana tubuh boleh dipaksa saat berlari?

Pelari nasional Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, yang baru saja meraih medali emas SEA Games Thailand 2025, menegaskan bahwa konsep push your limit tidak cocok untuk semua orang. Menurutnya, slogan tersebut lebih relevan bagi atlet profesional dibandingkan pelari pemula atau rekreasional.

Odekta menjelaskan bahwa pelari pemula masih berada dalam fase adaptasi. Tubuh mereka belum siap menerima tekanan latihan berlebihan, terutama jika langsung memaksakan pace cepat atau target waktu tertentu. Jika pelari pemula terlalu memaksakan diri, risiko cedera hingga kolaps bisa terjadi.

Baca Juga :  Wako Alfin Apresiasi Pergelaran Budaya Kenduri Sko Enam Luhah

Ia menekankan pentingnya mengenali tujuan berlari sejak awal. Odekta mengajak pelari untuk bertanya pada diri sendiri: apakah berlari demi kesehatan, gaya hidup, atau sekadar mencari pengakuan dari orang lain. Menurutnya, mindset yang keliru sering membuat pelari pemula terjebak dalam kompetisi tidak sehat.

Odekta juga mengingatkan bahwa adu cepat di antara pelari pemula memiliki risiko besar. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan lari sebagai sarana menjaga kesehatan jangka panjang, bukan alat validasi sosial. Lari yang konsisten dan aman justru membantu seseorang hidup lebih sehat dan berumur panjang.

Baca Juga :  Ayi Tafsut Kayu Aro Jadi Destinasi Favorit Lebaran

Selain itu, Odekta menegaskan bahwa tidak semua lomba harus berakhir dengan personal best (PB). Bahkan atlet profesional pun mengalami fase naik dan turun dalam performa. Ia mengajak pelari untuk lebih mendengarkan tubuh dan menghargai proses.

Dengan mindset yang tepat, lari tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga investasi kesehatan untuk masa depan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB