Perjalanan Panjang Nataru Picu Risiko Saraf Terjepit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, saat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, saat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jakarta, iNBrita.com – Mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) identik dengan perjalanan panjang, terutama bagi masyarakat yang menempuh jalur darat untuk berlibur. Masyarakat sering menghabiskan waktu berjam-jam duduk di dalam kendaraan, baik sebagai pengemudi maupun penumpang. Banyak orang menganggap kebiasaan ini sepele. Padahal, kebiasaan tersebut tidak hanya menyebabkan pegal dan otot kaku, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan saraf, terutama pada tulang belakang.

Spesialis bedah saraf dr Dimas Rahman Setiawan, SpBS, menjelaskan bahwa perjalanan jauh sering memicu saraf terjepit. Posisi duduk yang tidak tepat dan dilakukan dalam waktu lama biasanya menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

“Duduk terlalu lama, baik pada pinggang maupun leher, meningkatkan risiko saraf terjepit. Saat duduk, orang sering tidak sadar bahwa mereka berada dalam posisi membungkuk,” kata dr Dimas saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2025).

Saat seseorang duduk terlalu lama, ia sering membungkukkan pinggang atau leher tanpa disadari. Posisi ini memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, tekanan tersebut mendorong bantalan antartulang belakang ke arah belakang hingga menekan saraf di sekitarnya.

Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami nyeri pinggang, nyeri leher, hingga nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain. Risiko akan meningkat jika seseorang melakukan perjalanan tanpa jeda istirahat yang cukup atau tidak memperbaiki posisi duduk selama perjalanan.

“Ketika tubuh membungkuk, bantalan tulang belakang terdorong ke belakang dan akhirnya menekan saraf. Kondisi ini memicu saraf terjepit, nyeri pinggang, dan nyeri leher,” jelasnya.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

 Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Berpeluang Rebound Jumat

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.123, Ini Sentimen Penggerak Dolar

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 13.000

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:00 WIB