Korban Bertambah, 2.571 Orang Tewas dalam Demo Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil dibakar dalam aksi unjuk rasa antipemerintah di Teheran, Iran (Reuters)

Mobil dibakar dalam aksi unjuk rasa antipemerintah di Teheran, Iran (Reuters)

Teheran, iNBrita.com  – Gelombang protes besar terus mengguncang Iran dan mendorong lonjakan jumlah korban jiwa. Kelompok pemantau hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan sedikitnya 2.571 orang meninggal dunia sejak aksi unjuk rasa antipemerintah meluas ke berbagai wilayah negara tersebut.

Aparat keamanan tewaskan ribuan demonstran

HRANA menyebut aparat keamanan Iran menewaskan sebagian besar korban ketika mereka membubarkan aksi unjuk rasa. Lembaga tersebut mengidentifikasi 2.403 korban sebagai demonstran. Selain itu, bentrokan selama protes menewaskan 147 individu yang berafiliasi dengan pemerintah, termasuk personel keamanan. HRANA juga mencatat 12 anak di bawah usia 18 tahun serta 9 warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam aksi sebagai korban tewas.

Protes dipicu krisis ekonomi

Para pedagang dan pemilik toko memulai gelombang protes pada 28 Desember dengan turun ke jalan di kawasan Grand Bazaar Teheran. Mereka memprotes memburuknya kondisi ekonomi, terutama anjloknya nilai tukar rial Iran yang memicu kenaikan harga dan tekanan hidup masyarakat.

Baca Juga :  AS Jalankan Project Freedom di Selat Hormuz

Aksi tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai kota dan berubah menjadi gerakan nasional yang menantang pemerintahan teokratis Iran yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Kerusuhan dan kekerasan meluas

Dalam beberapa hari terakhir, para demonstran dan aparat keamanan terlibat bentrokan di sejumlah wilayah. Kerusuhan pecah, kekerasan meningkat, dan situasi keamanan memburuk di berbagai kota.

HRANA menghimpun data korban melalui jaringan aktivisnya di dalam Iran dan memverifikasi setiap laporan secara silang. Lembaga ini sebelumnya juga melaporkan data akurat dalam berbagai kerusuhan yang pernah terjadi di Iran.

Pemerintah Iran akui ribuan korban tewas

Seorang pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa gelombang unjuk rasa telah menewaskan sekitar 2.000 orang. Pernyataan tersebut menjadi kali pertama otoritas Teheran menyampaikan angka korban tewas secara terbuka setelah kerusuhan berlangsung lebih dari dua pekan.

Baca Juga :  Achraf Hakimi Siap Hadapi Sidang Dugaan Kasus

Pejabat itu menyalahkan kelompok yang ia sebut sebagai teroris atas kematian warga sipil dan personel keamanan selama protes berlangsung.

AS dan Israel dituding campur tangan

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel memicu kerusuhan dengan menghasut dan mengarahkan aksi kekerasan di dalam negeri. Tuduhan tersebut muncul seiring meningkatnya tekanan internasional terhadap Teheran.

Trump serukan warga Iran terus berunjuk rasa

Situasi di Iran menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para demonstran. Dalam pernyataannya pada Selasa (13/1), Trump menyerukan warga Iran untuk terus berunjuk rasa dan menyebut bahwa bantuan akan segera datang.

Pemerintah Iran mengecam pernyataan tersebut dan menilainya sebagai bentuk intervensi asing serta upaya destabilisasi terhadap kedaulatan negara.

(tim)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB