Home / Kesehatan

Minggu, 18 Januari 2026 - 03:00 WIB

Mitos Penyakit Jantung yang Perlu Diketahui Generasi Muda

Ilustrasi: Penyakit jantung tidak hanya menyerang lansia, anak muda juga berisiko mengalami serangan jantung akibat gaya hidup tidak sehat.

Ilustrasi: Penyakit jantung tidak hanya menyerang lansia, anak muda juga berisiko mengalami serangan jantung akibat gaya hidup tidak sehat.

Jakarta, iNBrita.comPenyakit Jantung Tidak Memilih Usia,Banyak orang mengira penyakit jantung hanya menyerang mereka yang berusia lanjut. Padahal, jantung tidak peduli seberapa muda seseorang.

Akhir-akhir ini, semakin banyak pasien berusia 20-an dan 30-an yang masuk ruang gawat darurat akibat serangan jantung. Para ahli kardiologi menekankan, banyak nyawa melayang bukan karena gejala tidak muncul, melainkan karena pasien percaya pada mitos keliru tentang jantung.

1. Masih Muda, Mana Mungkin Kena Jantung

Dr Bipin Kumar Dubey dari Times of India menyebut, pola pikir ini paling berbahaya. Di era modern, gaya hidup kurang gerak, stres kerja tinggi, dan konsumsi makanan cepat saji meningkatkan risiko penyakit jantung pada usia produktif. Banyak anak muda terkejut saat dokter mendiagnosis mereka, karena mereka merasa usia muda seperti “perisai” dari penyakit.

Baca juga :   Usia Muda Rentan Serangan Jantung, Mulai Hidup Sehat

2. Serangan Jantung Selalu Menimbulkan Sakit Dada Parah

Serangan jantung tidak selalu muncul seperti di film, dengan orang memegang dada lalu pingsan. Gejala bisa muncul halus, seperti:

  • Kelelahan ekstrem yang tidak biasa

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan

  • Nyeri di rahang, punggung, atau lengan

  • Pusing dan mual, yang sering dianggap maag atau masuk angin

3. Badan Kurus Pasti Aman dari Jantung

Tubuh kurus tidak menjamin arteri bebas plak. Kadar kolesterol jahat, gula darah, dan tekanan darah tinggi tetap bisa menyerang siapa saja, tidak peduli berat badan.

4. Kolesterol Normal Berarti Bebas Risiko

Kolesterol hanyalah salah satu faktor. Jika seseorang merokok, sering begadang, stres berat, atau punya riwayat keluarga, risiko serangan jantung tetap tinggi meski kadar kolesterol normal.

Baca juga :   Cegah Mata Minus Anak dengan Aktivitas Luar Ruangan

5. Sudah Keturunan, Mau Bagaimana Lagi?

Genetik memang memengaruhi risiko, tetapi seseorang tetap bisa mencegah atau menunda penyakit jantung. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pola makan terjaga, orang dengan riwayat keluarga jantung tetap bisa melindungi diri.

6. Wanita Lebih Aman dari Penyakit Jantung

Mitos ini membuat banyak wanita mengabaikan risiko. Faktanya, penyakit jantung termasuk penyebab utama kematian pada wanita. Gejala pada wanita sering sulit dideteksi karena nyeri dada khas tidak selalu muncul.

7. Olahraga Bisa Menetralkan Efek Makan Sembarangan

Beberapa orang berpikir, jika rutin berolahraga, mereka bisa bebas makan apa saja. Faktanya, olahraga tidak sepenuhnya menghilangkan dampak buruk asupan garam, gula, dan lemak jenuh yang merusak dinding pembuluh darah.

(Ven*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Seseorang makan sambil berdiri di dapur sambil memegang piring sarapan.

Kesehatan

Makan Sambil Berdiri Bisa Ganggu Kesehatan Pencernaan
Kunyit segar di tanah, sumber potensial bakteri antikanker.

Kesehatan

Peneliti Temukan Bakteri Kunyit Hasilkan Senyawa Antikanker Baru

Kesehatan

Cara Alami Menurunkan Kolesterol dengan Pola Hidup Sehat
Salad sayuran dengan bayam, alpukat, dan kacang chickpea sumber protein nabati

Kesehatan

Sayur Mengandung Protein Tinggi untuk Menu Sehat Harian
Wanita lanjut usia berjalan santai di taman pagi hari.

Kesehatan

Berjalan 4.000 Langkah Sehari Turunkan Risiko Kematian
Ilustrasi perawatan kulit agar tetap lembap selama puasa Ramadan

Kesehatan

Tips Jaga Kulit Lembap dan Glowing Saat Puasa
Ilustrasi seseorang mengalami nyeri sendi akibat asam urat

Kesehatan

Cegah Asam Urat dengan Ubah Pola Hidup Sehat
Dokter menjelaskan pentingnya deteksi dini diabetes kepada peserta seminar kesehatan.

Kesehatan

Deteksi Dini Diabetes Cegah Gejala Berat Sejak Awal