Iran-AS Gelar Perundingan Nuklir Sensitif di Oman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi Iran dan Amerika Serikat bertemu di Muscat, Oman, untuk membahas program nuklir dan isu keamanan regional.

Delegasi Iran dan Amerika Serikat bertemu di Muscat, Oman, untuk membahas program nuklir dan isu keamanan regional.

Teheran, iNBrita.comIran dan Amerika Serikat (AS) memulai perundingan diplomatik di Oman. Banyak pihak menanti hasil pembicaraan ini karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Perundingan Perdana Pasca Perang Iran-AS

Mengutip AFP, Jumat (6/2/2026), pemerintah Iran berharap Washington menunjukkan keseriusan dalam perundingan tersebut. Di sisi lain, AS ingin menilai peluang kemajuan diplomatik terkait program nuklir Iran dan isu strategis lainnya.

Pertemuan ini menjadi dialog pertama antara Iran dan AS sejak Washington bergabung dengan Israel dalam perang melawan Iran pada Juni 2025. Saat itu, AS melancarkan serangan udara dan mengebom sejumlah fasilitas nuklir Iran.

Muscat Jadi Lokasi Dialog Sensitif

Kedua negara memastikan lokasi, waktu, dan format perundingan setelah sempat muncul laporan tentang perbedaan pandangan yang hampir menggagalkan pembicaraan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff memimpin delegasi masing-masing negara.

Mereka menggelar perundingan di Muscat, ibu kota Oman. Selama ini, Oman berperan sebagai mediator antara Iran dan AS. Kantor berita IRNA melaporkan Abbas Araghchi telah tiba di Muscat pada Kamis (5/2) malam waktu setempat.

Iran Tekankan Diplomasi dan Tanggung Jawab AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan negaranya tidak ingin menyia-nyiakan peluang diplomasi demi menjaga perdamaian. Ia juga berharap AS mengikuti proses ini secara bertanggung jawab, realistis, dan serius.

Baca Juga :  Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Latar Belakang Demonstrasi Besar di Iran

Perundingan ini berlangsung kurang dari sebulan setelah Iran menghadapi gelombang besar demonstrasi nasional. Kelompok HAM menuduh aparat keamanan menindak aksi tersebut secara brutal hingga menewaskan ribuan orang.

Trump Konfirmasi Negosiasi

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya perundingan tersebut.
“Mereka sedang bernegosiasi,” kata Trump pada Kamis (5/2) waktu setempat.

Trump menyebut Iran tidak menginginkan serangan AS. Ia juga menyinggung keberadaan armada besar kapal induk AS di kawasan tersebut.

Ancaman Militer Berubah Jadi Fokus Nuklir

Sebelumnya, Trump mengancam akan mengambil langkah militer terhadap Iran atas penindasan demonstran. Ia bahkan sempat menyampaikan pesan kepada rakyat Iran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Namun dalam beberapa hari terakhir, Trump mengalihkan fokus pada upaya membatasi program nuklir Iran. Negara-negara Barat mencurigai program itu bertujuan mengembangkan senjata nuklir. Hingga kini, belum ada kepastian apakah perundingan ini akan menghasilkan kesepakatan.

Isu Rudal dan Kelompok Proksi Picu Ketegangan

Ketegangan sempat muncul menjelang pertemuan, terutama terkait usulan AS agar perundingan melibatkan negara-negara regional dan membahas dukungan Iran terhadap kelompok proksi serta program rudal balistik. Iran menolak dua tuntutan tersebut.

Baca Juga :  Alwi Farhan Bidik Gelar Juara Final Swiss Open

Sejumlah pejabat Iran yang dikutip New York Times menyebut AS menyetujui format perundingan yang berfokus pada isu nuklir tanpa melibatkan aktor regional. Meski begitu, kedua pihak tetap membahas rudal dan kelompok militan untuk menyusun kerangka kerja kesepakatan.

Penilaian Pengamat: Diplomasi Masih Berat

Institut Studi Perang yang berbasis di AS menilai sikap Iran yang dinilai kaku terhadap tuntutan Washington dapat menghambat tercapainya solusi diplomatik.

Araghchi: Kesepakatan Harus Setara dan Saling Hormat

Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya siap menghadapi tuntutan berlebihan atau tindakan sepihak AS. Ia menegaskan Iran tetap menempuh jalur diplomasi demi melindungi kepentingan nasional.

Melalui akun X, Araghchi menyerukan prinsip saling menghormati.
“Iran menuntut kedudukan setara, saling menghormati, dan kepentingan bersama. Prinsip itu bukan sekadar retorika, melainkan fondasi kesepakatan jangka panjang,” ujarnya.

Gedung Putih Dorong Opsi Nol Nuklir

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan delegasi AS akan mendorong opsi “nol kapasitas nuklir” bagi Iran. Ia menegaskan Presiden Trump memiliki banyak pilihan selain jalur diplomasi.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Berita Terbaru

Sungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun Pasir (Dok. Istimewa)

Nasional

Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh

Sabtu, 22 Agu 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire 22 Agustus 2026 dengan hadiah Evolution Stone, Diamond, dan voucher gratis.9 Foto AI)

Game

Kode Redeem FF 22 Agustus 2026, Klaim Evolution Stone

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:00 WIB

Foto: Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Nasional

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:00 WIB

Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan di Jakarta.(Foto: Ilyas Fadilah/detikcom)

Nasional

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:00 WIB

Investor asing kembali membeli saham BBRI saat IHSG menguat 0,52% pada sesi I perdagangan Jumat (21/8/2026).(Foto: Ari Saputra/detikFoto)

Ekonomi

Asing Borong Saham BBRI, IHSG Naik 0,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 20:00 WIB