Menimipas Dorong Budidaya Sidat untuk Pembinaan Napi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Komisi XIII DPR RI meninjau kolam budidaya ikan sidat di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Komisi XIII DPR RI meninjau kolam budidaya ikan sidat di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Jakarta, iNBrita.comMenteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mendampingi Komisi XIII DPR RI meninjau sarana pembinaan narapidana di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung kolam budidaya ikan sidat sebagai salah satu program pembinaan unggulan.

Bekali Napi Keterampilan, Hidupkan Nelayan Lokal

Agus Andrianto menjelaskan bahwa program budidaya ikan sidat membekali narapidana dengan keterampilan praktis sekaligus menggerakkan ekonomi komunitas nelayan setempat. Untuk mendukung program ini, pihak Nusakambangan secara rutin membeli bibit sidat dari nelayan di Cilacap.

Selain bernilai ekonomi, ikan sidat juga memiliki kandungan protein, vitamin, dan omega-3 yang tinggi. Bahkan, masyarakat Jepang menjadikan ikan sidat sebagai menu favorit dengan nama unagi.

Bibit Sidat Berasal dari Koperasi Nelayan

Selanjutnya, anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menanyakan asal bibit sidat kepada pegiat budidaya sekaligus mitra pendamping, Rudi Sutomo. Menanggapi pertanyaan tersebut, Rudi menjelaskan bahwa koperasi nelayan menyalurkan bibit sidat hasil tangkapan ke Nusakambangan.

Tak berhenti di situ, Yanuar juga menanyakan kapasitas kolam budidaya. Rudi menyebut setiap kolam mampu menampung sekitar 6.000 bibit sidat. Ia menambahkan bahwa pihak pengelola membangun kolam-kolam tersebut di area dekat bibir pantai Nusakambangan.

Program Pembinaan Dorong Dampak Ekonomi Nyata

Menanggapi penjelasan tersebut, Agus Andrianto menegaskan bahwa pihaknya sengaja melibatkan komunitas nelayan agar program pembinaan ini memberikan dampak ekonomi nyata. Di sisi lain, para warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka terapkan setelah bebas.

“Dengan program ini, komunitas nelayan tetap hidup, sementara warga binaan memiliki bekal untuk membudidayakan ikan secara mandiri,” ujar Agus.

Legislator Cicipi Olahan Sidat Nusakambangan

Setelah meninjau kolam, Agus Andrianto mengajak para legislator mencicipi olahan ikan sidat hasil budidaya. Tim dapur menyajikan sidat dalam berbagai olahan, mulai dari sidat bakar hingga sidat bakar dengan saus khas seperti hidangan Jepang.

Legislator Usulkan Penyerapan Mantan Napi

Usai mencicipi olahan sidat, anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea menyampaikan usulan pengembangan program. Ia mendorong agar tim Nusakambangan memberikan pelatihan budidaya ikan sidat kepada pihak luar yang memiliki lahan.

Menurut Marinus, pihak-pihak tersebut dapat menyerap mantan narapidana yang telah memiliki keterampilan sebagai tenaga kerja. Ia menilai program ini berpotensi berkembang secara berkelanjutan dan membuka lapangan kerja baru.

Menimipas Siap Dukung Pelatihan di Luar Nusakambangan

Menanggapi usulan tersebut, Agus Andrianto menyambutnya secara positif. Ia menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung pelatihan budidaya ikan sidat di luar Nusakambangan, terutama jika program tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memperkuat proses reintegrasi sosial mantan narapidana.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal
Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online
Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi
Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Harga Motorola Edge 70 Plus dan Spesifikasi Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB