Kukang Primata Kecil Berbisa yang Bisa Mematikan Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kukang menjadi satu-satunya primata berbisa yang memiliki racun dari kelenjar brakial di ketiaknya.

Kukang menjadi satu-satunya primata berbisa yang memiliki racun dari kelenjar brakial di ketiaknya.

Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang langsung memikirkan ular atau kalajengking saat membahas hewan berbisa. Namun, satu primata kecil yang tampak lucu justru menyimpan bisa berbahaya. Hewan tersebut adalah kukang.

Primata memiliki kecerdasan dan kemampuan fisik untuk bertahan hidup di alam liar. Dari sekitar 500 spesies primata di dunia, hanya satu spesies yang memiliki bisa, yaitu kukang.

Kukang, Satu-Satunya Primata Berbisa

Kukang menjadi satu-satunya primata berbisa di dunia. Racun yang dihasilkannya menempatkan kukang dalam kelompok mamalia berbisa bersama platipus, beberapa jenis tikus curut, dan tikus tanah Eropa.

Kukang termasuk dalam genus Nycticebus yang terdiri dari beberapa spesies. Hewan ini aktif pada malam hari dan hidup di pepohonan Asia Tenggara. Sebagai hewan nokturnal, kukang memiliki mata besar yang membantu mereka berburu serangga dan hewan kecil lainnya.

Setiap spesies kukang memiliki ukuran tubuh yang berbeda. Secara umum, panjang tubuh kukang berkisar antara 20 hingga 38 sentimeter.

Baca Juga :  HUT TNI ke-79: Dandim 0417 Kerinci Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

Fungsi Bisa pada Kukang

Meski terlihat menggemaskan, kukang mampu meracuni mangsa melalui gigitannya. Sebelum menyerang, kukang menjilati ketiaknya untuk mengambil minyak dari kelenjar brakial.

Minyak tersebut bercampur dengan air liur dan membentuk racun yang melapisi gigi taringnya. Setelah itu, kukang melancarkan gigitan kuat yang dapat menembus jaringan tubuh mangsanya.

Kukang tidak hanya menggunakan bisa untuk menyerang mangsa. Mereka juga menyuntikkan racun kepada sesama kukang. Studi dalam jurnal Current Biology menunjukkan bahwa dari 82 kukang jawa yang ditangkap, sekitar 20% memiliki luka baru akibat gigitan kukang lain.

Perilaku ini tergolong langka karena sebagian besar hewan berbisa menggunakan racun untuk melindungi diri dari spesies lain, bukan dari sesamanya. Namun, kukang justru saling menyerang dengan gigitan beracun.

Baca Juga :  Kode Redeem FF Mei 2026 Skin Gintama Gratis

Selain itu, kukang juga dapat menyerang spesies lain, termasuk manusia. Gigitan kukang dapat memicu infeksi, merusak saraf, dan menyebabkan komplikasi pada kulit jika korban tidak segera mendapatkan perawatan medis.

Apakah Kukang Dapat Membunuh Manusia?

Gigitan kukang dapat menimbulkan dampak serius. Seorang pria berusia 30 tahun mengalami syok anafilaksis setelah kukang menggigit jarinya di daerah pedesaan Kalimantan. Ia merasakan mual, mati rasa di bibir, sesak napas, dan keringat berlebih.

Racun kukang memang dapat memicu syok anafilaksis yang berpotensi mematikan. Kasus lain menimpa seorang wanita asal Jepang berusia 37 tahun yang memelihara kukang di rumahnya. Ia mengalami syok anafilaksis parah akibat gigitan kukang peliharaannya.

Karena itu, para pakar menyarankan agar masyarakat tidak memelihara kukang. Meski tampak jinak dan eksotis, kukang tetap memiliki naluri liar dan bisa berbahaya bagi manusia.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua
Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya
Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya
Jalan NTT Pulih, Listrik Kembali Normal Pascagempa
Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro diprediksi mengalami kenaikan harga akibat kenaikan biaya memori.(Foto: 9to5Mac)

Teknologi

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik US$100

Senin, 24 Agu 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agu 2026 - 20:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB