Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Anwar Ibrahim Minta Bantuan Prabowo Terkait Investasi Felda

Jakarta, iNBrita.comPerdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah investasi Federal Land Development Authority (Felda) di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP).

Anwar mengungkapkan bahwa investasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian hingga RM 2,5 miliar. Jika menggunakan kurs Rp 4.300 per ringgit, nilai tersebut mencapai sekitar Rp 10,75 triliun.

Pemerintah Malaysia kini berupaya menyelamatkan sebagian dana dari investasi tersebut. Menurut Anwar, nilai dana yang masih dapat diselamatkan hanya sekitar RM 200 juta.

Anwar Kirim Surat kepada Prabowo

Anwar mengatakan kasus investasi Felda di EHP saat ini masih menjalani proses hukum di Indonesia. Karena itu, ia telah mengirim surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta perhatian pemerintah Indonesia terhadap persoalan tersebut.

“Investasi ini sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau meninjau masalah ini,” kata Anwar, dikutip dari The Star, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Harap Pasar Murah Bantu Stabilkan Harga Pangan

Felda sendiri merupakan badan pemerintah Malaysia yang mengelola pembangunan dan pengembangan lahan pertanian. Lembaga tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan Malaysia.

Felda Beli Saham EHP Rp Triliunan

Felda melalui FIC Properties Sdn Bhd membeli saham EHP di Indonesia pada Desember 2016. Saat itu, Felda menggelontorkan dana sebesar US$ 505,4 juta untuk menyelesaikan transaksi tersebut.

Nilai pembelian tersebut kemudian menuai kritik. Sejumlah pihak menilai Felda membayar saham EHP dengan harga terlalu tinggi jika dibandingkan dengan nilai pasar. Harga saham EHP juga mengalami penurunan setelah transaksi berlangsung.

Kondisi tersebut akhirnya menambah tekanan terhadap kondisi keuangan Felda. Pemerintah Malaysia pun berusaha mencari solusi untuk mengurangi dampak kerugian dari keputusan investasi tersebut.

Anwar Minta Manajemen Felda Bertindak

Anwar menyampaikan besarnya potensi kerugian agar seluruh jajaran manajemen Felda memahami kondisi yang mereka hadapi. Ia meminta para manajer tidak menyerah dalam menghadapi persoalan tersebut.

Baca Juga :  Ekskavator Lepas dari Trailer Picu Kecelakaan Beruntun Jonggol

“Yang ingin saya tekankan adalah seluruh manajer Felda harus benar-benar memahami masalah ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Anwar, manajemen harus menghadapi masalah tersebut secara terbuka. Mereka juga perlu memperbaiki pengelolaan lembaga agar Felda dapat kembali menjalankan perannya secara optimal.

Pemerintah Fokus Perbaiki Tata Kelola

Selain menangani persoalan investasi EHP, pemerintah Malaysia juga mempercepat berbagai proyek kesejahteraan dasar. Anwar memastikan pemerintah tidak akan menunda proyek tersebut hanya karena harus menunggu anggaran tahun depan.

Pemerintah juga terus mendorong penerapan tata kelola, integritas, dan akuntabilitas di lingkungan Felda. Anwar menegaskan langkah tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu.

Sebaliknya, pemerintah ingin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Felda. Dengan perbaikan tata kelola dan penyelesaian berbagai persoalan keuangan, pemerintah berharap Felda kembali menjadi lembaga yang dapat dibanggakan masyarakat Malaysia.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi
Harga Emas Antam Naik, Investor Wajib Cek Hari Ini
Asing Borong Saham BBRI, IHSG Naik 0,52 Persen
HMRC Perketat Pajak Kripto, Investor Wajib Waspada
Bank BSN Cetak Laba Rp643 Miliar, Kinerja Melesat
Harga Emas Pegadaian Naik, Cek Daftar Lengkap Hari Ini
Blockchain Indonesia Tumbuh, Investasi Digital Makin Menjanjikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Antam Naik, Investor Wajib Cek Hari Ini

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Asing Borong Saham BBRI, IHSG Naik 0,52 Persen

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agu 2026 - 20:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB

Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna/Kawasan hutan lindung Sungai Wain di Balikpapan, Kalimantan Timur

Internasional

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Senin, 24 Agu 2026 - 14:00 WIB