Dugaan Label Palsu Kurma Israel Picu Perhatian Konsumen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurma matang dengan tekstur keriput khas, berwarna cokelat hingga keemasan, tampak ditata dalam wadah.

Kurma matang dengan tekstur keriput khas, berwarna cokelat hingga keemasan, tampak ditata dalam wadah.

Jakarta, iNBrita.comKonsumsi Kurma dan Tren Ramadan Menjelang Ramadan 2026, konsumsi kurma meningkat karena banyak umat Muslim memilihnya sebagai makanan berbuka puasa. Konsumen semakin selektif memilih produk karena solidaritas terhadap Palestina terus meningkat.

Laporan dari Eropa dan Dugaan Praktik Label

Pemantau konsumen di Eropa menemukan praktik pemasaran kurma dari Israel yang menggunakan label berbeda untuk menyembunyikan negara asal. Praktik ini diduga dilakukan agar produk tetap dapat masuk pasar Uni Eropa, meskipun seruan boikot dari sebagian konsumen Muslim semakin kuat.

Pertumbuhan Pasar Kurma Dunia

Pasar kurma dunia terus tumbuh. Nilainya mencapai 32,7 miliar dolar AS pada 2025 dan naik menjadi 34,5 miliar dolar AS pada 2026. Proyeksi menunjukkan pasar dapat mencapai 55,58 miliar dolar AS pada 2034. Produksi kurma masih terpusat di Timur Tengah dan Afrika dengan kontribusi lebih dari 85 persen pasar global.

Baca Juga :  Bupati Monadi Antar Kepulangan Menko Kumham Imipas Yusril "Beliau Sangat Menikmati Wisata dan Kopi Kerinci "

Produsen Utama dan Segmen Premium

Mesir dan Arab Saudi menjadi produsen utama berdasarkan volume. Israel memiliki peran penting di segmen kurma premium, terutama jenis Medjool yang banyak diminati konsumen internasional.

Dugaan Selisih Produksi dan Asal Kurma

Israel mengekspor sekitar 35 ribu ton kurma setiap tahun, tetapi perkebunan di wilayah Tepi Barat hanya menghasilkan sekitar 8.800 ton per tahun. Selisih ini memunculkan dugaan bahwa sebagian kurma yang diekspor berasal dari perkebunan di pemukiman Tepi Barat.

Praktik Pengemasan Ulang dan Perubahan Label

Sejumlah laporan mengungkap praktik pengemasan ulang kurma di negara ketiga atau zona perdagangan bebas. Setelah dikemas ulang, label asal produk dapat berubah sehingga kurma dipasarkan seolah berasal dari Belanda, Maroko, Uni Emirat Arab, atau Palestina. Praktik ini disebut “pencucian kurma” oleh sebagian pihak karena menyembunyikan asal produk sebenarnya.

Baca Juga :  Kode Redeem FF Hari Ini Bundle HRK SG2

Data Distribusi di Eropa

Data Bank Dunia menunjukkan sekitar setengah kurma yang beredar di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis berasal dari Israel. Kedua negara tersebut mengekspor kurma senilai sekitar 150 juta dolar AS pada 2024 dan menjadi pusat pengemasan serta distribusi ulang ke negara Eropa lain, termasuk Jerman. Di Jerman, sekitar 25 persen pasokan kurma diduga terkait dengan Israel.

Situasi di Indonesia

Data resmi untuk pasar Indonesia belum menunjukkan pola distribusi serupa seperti di Eropa.

Cara Mengenali Asal Kurma

Konsumen dapat mengenali asal kurma melalui beberapa indikator pada kemasan:

  • Barcode yang diawali angka 729, kode negara Israel.

  • Nama perusahaan ekspor seperti Medjool Plus, Carmel Agrexco, Mehadri, atau Hadiklaim.

  • Informasi produsen dan negara asal yang tidak jelas pada kemasan.

  • Harga yang jauh lebih murah dibanding produk sejenis.

  • (Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Muhammadiyah Izinkan Investasi Kripto, Ini Syaratnya
Syarat Shalat Taubat Agar Diterima Allah SWT Menurut Ulama
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Muhammadiyah Izinkan Investasi Kripto, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:00 WIB