Polisi Dalami Kematian Remaja 13 Tahun Sukabumi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock

Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock

Kronologi Korban Sakit Saat Libur Pesantren

Sukabumi , iNBrita.com — Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus meninggalnya remaja berinisial NS (13) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain itu, polisi juga terus mendalami temuan medis serta keterangan korban sebelum ia meninggal dunia.

Sebelumnya, NS yang merupakan pelajar di sebuah pondok pesantren pulang ke rumah sejak awal Februari untuk menjalani masa libur. Selama berada di rumah, ia mengalami demam, batuk, dan mual. Oleh karena itu, pihak keluarga membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, kondisinya sempat menunjukkan perbaikan.

Kondisi Memburuk dan Dibawa ke Tukang Urut

Namun demikian, pada Rabu (18/2), kondisi kesehatan NS kembali menurun. Pada hari yang sama, ibu tirinya, TR, membawa NS ke seorang tukang urut berinisial S. Sementara itu, ayah kandungnya, AS, berangkat bekerja ke Kota Sukabumi seperti biasa.

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Ayah Temukan Luka Lecet di Tubuh Korban

 Menyadari kondisi tersebut, ia segera membawa NS ke RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2) pagi agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengakuan Korban Sebelum Meninggal Dunia

Selanjutnya, saat menjalani perawatan di rPada Kamis dini hari, ayah korban tiba di rumah dan langsung melihat sejumlah luka lecet tersebar di hampir seluruh tubuh anaknya.umah sakit, NS sempat mengaku bahwa ibu tirinya memaksanya meminum air panas. Tak lama kemudian, tepatnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, tim medis menyatakan NS meninggal dunia.

Temuan Luka Bakar dan Trauma Tumpul

Baca Juga :  Dusun Empih Bangkitkan Warisan Leluhur Melalui Budaya Singapai

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa tim menemukan luka lecet pada wajah, leher, serta keempat anggota gerak korban. Lebih lanjut, tim medis mengidentifikasi luka tersebut mengarah pada luka bakar derajat 2A. Selain itu, petugas juga menemukan memar pada bagian bibir yang mengindikasikan adanya trauma akibat benda tumpul.

Hasil Autopsi Tunjukkan Penyakit Kronis

Akan tetapi, hasil autopsi justru menunjukkan adanya penyakit kronis pada paru-paru serta perbendungan pada sejumlah organ dalam. Dengan demikian, perbedaan temuan antara pemeriksaan luar dan autopsi tersebut kini menjadi fokus pendalaman penyidik.

Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

Oleh sebab itu, hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih melanjutkan proses penyelidikan secara menyeluruh.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua
Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya
Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Berita Terbaru

Ilustrasi bansos. (Antara/Aswaddy Hamid)

Ekonomi

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Ekonomi

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:00 WIB

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Ekonomi

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:00 WIB

Program Molinas ditargetkan mendorong industri motor listrik nasional dan menciptakan nilai ekonomi Rp150 triliun.(FOTO : TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)

Nasional

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:00 WIB

Personel Polres Kerinci dan Polsek Sungai Penuh membagikan masker gratis kepada pengendara, Rabu (26/8/2026).

KERINCI

Peduli Kesehatan, Polres Kerinci Bagikan 700 Masker Gratis

Rabu, 26 Agu 2026 - 14:00 WIB