Home / Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:00 WIB

9.000 PPPK NTT Terancam Dampak Batas APBD

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengikuti apel di halaman kantor gubernur dengan raut wajah serius, di tengah isu pembatasan belanja pegawai dan ancaman terhadap ribuan PPPK.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengikuti apel di halaman kantor gubernur dengan raut wajah serius, di tengah isu pembatasan belanja pegawai dan ancaman terhadap ribuan PPPK.

iNBrita.comPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi ancaman besar terhadap 9.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Regulasi yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berpotensi membuat ribuan PPPK kehilangan status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengakui aturan tersebut menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa Pemprov NTT sudah menyiapkan berbagai skema alternatif agar para PPPK tetap bisa bekerja meskipun terdampak kebijakan fiskal itu.

“Kami sudah mengantisipasi sejak awal. Kami menyiapkan 9.000 PPPK untuk mencari peluang usaha lain atau bekerja di sektor berbeda,” ujar Melki di Kupang, Kamis (26/2).

Baca juga :   Toko Roti 200 Tahun di Skotlandia Tutup

Dampak Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen APBD

Pemerintah pusat mewajibkan seluruh daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Aturan ini memaksa pemerintah daerah merasionalisasi anggaran, termasuk gaji dan tunjangan pegawai.

Saat ini, Pemprov NTT mempekerjakan sekitar 12 ribu PPPK. Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 16 ribu orang jika skema PPPK paruh waktu berjalan penuh.

Namun, jika pemerintah menerapkan pembatasan belanja pegawai secara ketat tanpa kebijakan tambahan, sekitar 9.000 PPPK berisiko terdampak langsung.

Baca juga :   Prediksi dan Jadwal Libur Iduladha 2026

“Ini fakta regulasi. Masa toleransi lima tahun akan segera berakhir. Memang pahit, tetapi kami harus menyampaikan kondisi ini secara terbuka dan mencari solusi,” tegas Melki.

Pemprov NTT Lakukan Antisipasi Sejak Dini

Melki menegaskan bahwa Pemprov NTT mengambil langkah antisipatif sejak dini agar para PPPK tidak terkejut jika kebijakan tersebut benar-benar berlaku. Pemerintah daerah terus menyusun strategi agar para pegawai tetap memiliki peluang kerja dan sumber penghasilan yang jelas.

(VVR*)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Emas batangan Antam berbagai ukuran terpajang di etalase toko sebagai ilustrasi harga emas hari ini.

Nasional

Harga Emas Antam Naik Lagi, Ini Rinciannya Hari Ini
sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan resmi

Nasional

Cara Aman Menyimpan Sertifikat Tanah Agar Terlindungi
Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang pembentukan Ditjen Pesantren dalam konferensi pers di Jakarta.

Nasional

Presiden Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren Mandiri Tahun Ini
Ilustrasi bus TransJakarta di jalan kota Jakarta

Nasional

2 Pria Onani Dibekuk, TransJ Apresiasi Penumpang
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat rapat kerja Komisi V DPR

Nasional

BMKG Prediksi Cuaca Sumatera Mengering Mulai Februari 2026
Jalan kota dengan deretan mobil di kedua sisi dan bangunan tinggi di sekelilingnya.

Nasional

Hari Perhubungan Darat Tegaskan Pentingnya Transportasi
Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Pertamina Balikpapan

Nasional

Prabowo Tegaskan Bersihkan Pertamina dari Korupsi Energi
Ribuan jemaah haji mengenakan ihram di sekitar Ka'bah

Nasional

Keberangkatan Haji Pakai Kapal Laut Ditolak BP Haji