Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang menyebut penyakit ginjal kronis sebagai penyakit “diam-diam” karena pada tahap awal kondisi ini jarang menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak penderita baru menyadari gangguan pada ginjal ketika kondisinya sudah cukup parah.
Gejala Awal Sering Tidak Disadari
Pada fase awal, tubuh masih mampu beradaptasi meski fungsi ginjal mulai menurun. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari gejala yang muncul atau menganggapnya sebagai masalah kesehatan lain.
Dalam banyak kasus, dokter justru menemukan penyakit ginjal kronis saat pasien menjalani pemeriksaan rutin untuk kondisi lain.
Tanda-Tanda Saat Kondisi Mulai Memburuk
Seiring kerusakan ginjal memburuk, tubuh mulai menunjukkan sejumlah tanda. Kidney Care UK menyebutkan sejumlah gejala penyakit ginjal kronis yang perlu Anda waspadai:
1. Darah dalam urine
Ginjal yang rusak dapat membiarkan sel darah bocor ke dalam urine. Akibatnya, urine mengandung darah.
2. Pembengkakan di mata, kaki, atau pergelangan kaki
Ginjal yang tidak mampu membuang kelebihan cairan akan menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh. Kondisi ini memicu pembengkakan, terutama di kaki, pergelangan kaki, tangan, atau sekitar mata.
3. Urine berbusa
Ginjal yang tidak mampu menyaring protein dengan baik akan membiarkan protein keluar bersama urine. Hal ini membuat urine tampak berbusa.
4. Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi
Penurunan fungsi ginjal menyebabkan racun menumpuk dalam darah. Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah dan sulit fokus. Selain itu, penyakit ginjal juga dapat memicu anemia yang memperparah kelelahan.
5. Nafsu makan menurun
Penumpukan racun dalam tubuh dapat menekan nafsu makan.
6. Mual
Ginjal yang tidak mampu membuang racun dengan baik dapat memicu rasa mual.
7. Lebih sering buang air kecil
Kerusakan ginjal membuat urine mengandung lebih banyak air dibanding limbah. Akibatnya, Anda akan lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
8. Kulit kering dan gatal
Gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral dan penumpukan racun dalam darah, yang memicu kulit kering dan gatal.
9. Kram otot
Ginjal yang terganggu menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, sehingga otot lebih mudah mengalami kram.
10. Gangguan tidur
Penumpukan racun dalam darah serta frekuensi buang air kecil di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Selain itu, obesitas juga berperan sebagai faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit ginjal kronis dan apnea tidur obstruktif.
Pentingnya Deteksi Dini
Meski gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada penyakit ginjal kronis, kondisi lain juga dapat menyebabkannya. Karena itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.
Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin agar penyakit ginjal dapat terdeteksi lebih dini dan tidak berkembang menjadi lebih parah.
(VVR*)









