Beirut, iNBrita.com — Media Lebanon melaporkan bahwa Israel menyerang wilayah selatan Lebanon setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi. Militer Israel menyatakan bahwa mereka melakukan serangan ini sebagai respons terhadap ancaman keamanan.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menyerang Kfar Tibnit, salah satu wilayah yang masuk dalam daftar evakuasi. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan merusak sejumlah area di sekitarnya.
Otoritas setempat segera mengonfirmasi dampak awal dari serangan itu. Israel menggunakan kondisi tersebut sebagai dasar untuk melanjutkan operasi militernya.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April, Israel terus melancarkan serangan di Lebanon selatan. Selain itu, pasukan Israel beroperasi di wilayah yang mereka sebut “garis kuning” dekat perbatasan. Israel juga membatasi pergerakan warga Lebanon di area tersebut dengan alasan keamanan.
Sebelum serangan terbaru, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk tujuh desa di Lebanon selatan. Israel menegaskan bahwa langkah itu bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik di perbatasan.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, menyampaikan melalui platform X bahwa Israel bertindak karena Hizbullah melanggar gencatan senjata. Ia menyebutkan tujuh desa di utara Sungai Litani yang masuk dalam peringatan evakuasi. Israel juga meminta warga sipil segera meninggalkan wilayah tersebut demi keselamatan mereka.
(eny)









