Jakarta, iNBrita.com — Password menjadi kunci utama untuk melindungi akun digital, mulai dari mobile banking hingga media sosial. Namun demikian, banyak pengguna masih memilih kata sandi yang terlalu sederhana sehingga peretas tetap dapat menebaknya dengan mudah.
Akibatnya, penjahat siber memanfaatkan kelemahan tersebut untuk membobol akun pengguna. Bahkan, mereka dapat mencuri data pribadi hingga menguras saldo rekening ketika mereka berhasil menebak password.
Menurut Specops, penyedia layanan keamanan kata sandi, penyerang memanfaatkan kelemahan ini secara aktif, terutama pada sistem Remote Desktop Protocol (RDP) milik Microsoft. Selain itu, RDP memungkinkan pengguna mengakses dan mengendalikan komputer atau server dari jarak jauh, tetapi penyerang sering menargetkannya dengan metode brute force melalui percobaan berbagai kombinasi username dan password.
Di sisi lain, Specops menganalisis lebih dari 1 miliar password yang bocor sepanjang 2024 dan menemukan bahwa banyak pengguna masih mengabaikan standar keamanan dasar, bahkan pada sistem penting. Dengan kata lain, banyak orang tetap menggunakan password lemah dalam aktivitas digital sehari-hari.
Berikut daftar password yang paling sering digunakan dan paling mudah dibobol:
- 123456
- 1234
- Password1
- 12345
- P@ssw0rd
- password
- Password123
- Welcome1
- 12345678
- Aa123456
Sementara itu, para ahli keamanan siber mengingatkan bahwa password sederhana meningkatkan risiko peretasan secara signifikan. Selain itu, peretas dapat dengan cepat menebak kombinasi umum, angka berurutan, atau kata yang mudah diprediksi menggunakan sistem otomatis.
Oleh karena itu, pengguna perlu membuat password yang lebih kuat dengan menggabungkan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
(eny)









