Jakarta, iNBrita.com — Presiden Rusia Vladimir Putin memuji keberanian rakyat Iran yang ia nilai gigih dan pantang menyerah dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ia juga menegaskan bahwa Rusia akan terus mendukung penuh perjuangan Iran.
Moskow menawarkan diri sebagai mediator untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah setelah konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv. Selain itu, Rusia sempat mengusulkan agar uranium Iran disimpan di wilayah mereka, tetapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan tersebut.
Saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Putin secara langsung menyampaikan pujiannya. Ia menyatakan bahwa rakyat Iran telah menunjukkan keberanian dan sikap heroik dalam mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan mereka.
Putin juga berharap Iran mampu melewati masa sulit ini dan segera mencapai perdamaian. Ia menegaskan bahwa Rusia akan melakukan segala upaya untuk mendukung kepentingan Iran dan menjaga stabilitas kawasan.
Putin menerima Araghchi di perpustakaan kepresidenan di St. Petersburg. Dalam pertemuan itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dan meminta Araghchi untuk menyampaikan komitmen Rusia dalam melanjutkan kemitraan strategis dengan Teheran.
Rusia dan Iran sebelumnya telah menyepakati kerja sama strategis selama 20 tahun. Saat ini, Rusia juga sedang membangun dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Bushehr, satu-satunya lokasi PLTN di Iran.
Di sisi lain, Iran telah memasok drone Shahed kepada Rusia untuk digunakan dalam konflik melawan Ukraina. Rusia kemudian melokalisasi produksi drone tersebut di dalam negeri.
(VVR*)









