Myanmar Kritik ASEAN Terkait Penanganan Krisis Politik

Myanmar Kritik ASEAN Terkait Penanganan Krisis Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (dok. Getty Images/Aj_OP)

Ilustrasi (dok. Getty Images/Aj_OP)

Myanmar Kritik Sikap ASEAN di Tengah Krisis Politik

Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah Myanmar kembali melontarkan kritik terhadap negara-negara anggota ASEAN. Selain itu, Myanmar menilai ASEAN memperlakukan mereka secara tidak setara dan cenderung mengucilkan mereka dari berbagai forum regional.

Sementara itu, KTT ASEAN di Filipina semakin memperjelas ketegangan tersebut. Dalam forum itu, sejumlah pemimpin ASEAN kembali menyoroti lambatnya kemajuan penyelesaian krisis di Myanmar.r

Untuk diketahui, militer Myanmar menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada tahun 2021. Peristiwa tersebut kemudian memicu konflik berkepanjangan dan perang saudara di dalam negeri.

Akibatnya, situasi politik Myanmar terus memburuk hingga saat ini, meskipun ASEAN terus mendorong upaya perdamaian.

Klaim Myanmar vs Pandangan ASEAN

Di satu sisi, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan bahwa Myanmar belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Dengan demikian, beberapa negara ASEAN menilai kondisi Myanmar masih belum stabil dan belum memenuhi syarat untuk kembali sepenuhnya ke forum utama.

Baca Juga :  Ilmuwan Temukan Mineral Langka dalam Meteorit Asal Mars.

Namun demikian, pemerintah Myanmar membantah pandangan tersebut. Mereka mengklaim bahwa mereka telah mencapai sejumlah kemajuan, termasuk pengakuan dari sebagian negara ASEAN serta melakukan pembebasan ribuan tahanan politik.

Di samping itu, Myanmar menuduh beberapa negara ASEAN masih menerapkan kebijakan diskriminatif dan membatasi keterlibatan mereka dalam pertemuan regional.

Lebih lanjut, negara-negara ASEAN menunjukkan sikap yang berbeda-beda. Misalnya, Malaysia menegaskan bahwa Myanmar belum siap kembali ke meja perundingan karena kekerasan terhadap warga sipil masih berlangsung.

Sementara itu, Indonesia dan Singapura mendukung pandangan yang menekankan penyelesaian konflik terlebih dahulu sebelum Myanmar kembali terlibat penuh dalam forum ASEAN.

Namun demikian, beberapa negara lain tetap bersikap lebih terbuka dan bahkan memberikan ucapan selamat kepada pemimpin militer Myanmar setelah perubahan pemerintahan hasil pemilu terbatas.

Baca Juga :  Update Harga Emas Antam Hari Ini 12 Januari

Posisi Indonesia dalam ASEAN

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada five-point consensus. Oleh karena itu, Indonesia terus mendorong semua pihak agar menjalankan dialog yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.

Selain itu, Indonesia mencatat beberapa langkah yang dianggap positif, seperti pembebasan lebih dari 6.000 tahanan politik dan perubahan status penahanan Aung San Suu Kyi.

Meskipun demikian, Indonesia tetap menilai bahwa perkembangan tersebut masih perlu pembuktian lebih lanjut di lapangan.

Sebagai kesimpulan, krisis Myanmar terus menjadi tantangan besar bagi ASEAN. Dengan kata lain, negara-negara anggota masih menunjukkan perbedaan pandangan dalam menyikapi situasi tersebut.

Oleh sebab itu, meskipun beberapa langkah positif telah terjadi, ASEAN tetap harus memperkuat koordinasi agar penyelesaian konflik Myanmar dapat tercapai secara damai dan berkelanjutan.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua
Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya
Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya
Jalan NTT Pulih, Listrik Kembali Normal Pascagempa
Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya

Berita Terbaru

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB

Foto: ANTARA FOTO/Angga Palguna/Kawasan hutan lindung Sungai Wain di Balikpapan, Kalimantan Timur

Internasional

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Senin, 24 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Monadi bersama warga membersihkan sungai di Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

KERINCI

Bupati Monadi Pimpin Aksi Bersih Sungai Siulak Mukai

Senin, 24 Agu 2026 - 13:00 WIB

Ilustrasi aplikasi penghasil uang dari menonton drama.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Tawarkan Dua Koin Reward.

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi pengguna mengecek fitur Dana Kaget melalui aplikasi DANA di ponsel.

Teknologi

Link Dana Kaget Hari Ini 23 Agustus 2026 Terbaru

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:00 WIB