Kerinci, iNBrita.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci memilih cara berbeda dalam mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., mengajak masyarakat bergerak bersama merawat lingkungan melalui aksi bersih sungai di Kecamatan Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).
Monadi Pimpin Aksi di Tengah Masyarakat
Monadi turun langsung ke sungai bersama warga. Dengan mengenakan perlengkapan kerja, ia ikut mengangkat sampah dan membersihkan material yang menghambat aliran air.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana gotong royong. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, serta masyarakat ikut mengambil bagian dalam pekerjaan lapangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., dan Camat Siulak Mukai Andry Gustova, SKM., M.Kes., turut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
Sungai Menopang Kehidupan Warga
Monadi mengatakan masyarakat perlu memandang sungai sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia meminta warga menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran air.
“Momentum kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan yang memberi manfaat langsung. Kita mulai dari lingkungan yang ada di sekitar kita,” ujar Monadi.
Ia menilai perubahan perilaku menjadi kunci untuk menjaga kondisi sungai dalam jangka panjang. Pemerintah, menurutnya, dapat menyediakan fasilitas dan menjalankan program, tetapi masyarakat memegang peranan besar dalam mempertahankan hasilnya.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Daerah
Bupati Kerinci juga mendorong masyarakat mempertahankan semangat gotong royong dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Menurutnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kepedulian warga, kebersamaan, serta kesadaran menjaga ruang hidup turut menentukan kualitas pembangunan.
Melalui keterlibatan masyarakat secara langsung, pemerintah berharap muncul rasa memiliki terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Dorong Gerakan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong pemerintah desa dan masyarakat melanjutkan kegiatan serupa secara berkala. Langkah tersebut dapat membantu menjaga kebersihan sungai sekaligus membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan lingkungan.
Aksi di Siulak Mukai menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketika pemerintah dan warga bergerak bersama, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya yang menjaga sungai dan kehidupan masyarakat Kerinci.
(eny)









