Kedatangan Jemaah di Jeddah
Jakarta, iNBrita.com — Di tengah kedatangan jemaah haji di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Minggu (17/5), kisah Painah (65) menarik perhatian banyak orang. Perempuan asal Wonosobo Barat, Jawa Tengah, itu akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Suci setelah ia menempuh perjalanan panjang. Ia berangkat bersama kloter YIA 22 dan menggunakan Garuda Indonesia GA-6522 dari Yogyakarta International Airport. Kisah ini menghadirkan haru di kalangan jemaah.
Selama lebih dari 40 tahun, Painah menjalani pekerjaan sebagai buruh pemetik daun. Ia bangun pukul 01.30 dini hari setiap hari. Ia kemudian berjalan menuju Pasar Pagi Wonosobo sambil membawa daun pisang hasil petikannya. Ia bekerja tanpa henti dan tidak mengambil hari libur.
Penghasilan dan Kebiasaan Menabung
Di pasar, ia melipat, menimbang, lalu menjual daun pisang. Ia menghadapi harga jual yang sangat rendah. Ia memperoleh pendapatan yang tidak menentu. Kadang ia hanya mendapatkan belasan ribu rupiah, namun di hari lain ia bisa memperoleh ratusan ribu rupiah.
Meskipun demikian, ia tetap menyisihkan sebagian penghasilannya. Ia menabung secara konsisten untuk mewujudkan impian berhaji.
Pendaftaran Haji dan Perjuangan
Ia mengumpulkan uang recehan selama bertahun-tahun. Kemudian ia mendaftarkan diri untuk haji pada tahun 2012. Putranya, Sabar Munasir (33), ikut membantu menjelaskan perjuangan tersebut. Ia menyisihkan penghasilan sedikit demi sedikit hingga mencapai biaya pendaftaran.
Ia menunggu selama 14 tahun untuk mendapatkan giliran keberangkatan. Selama masa itu, ia beberapa kali merasa cemas karena usianya terus bertambah. Namun ia tetap menjaga harapan dan terus berdoa agar bisa berangkat ke Tanah Suci.
Akhirnya, ia menerima panggilan keberangkatan dan segera bersiap. Ia merasakan kebahagiaan besar ketika tiba di Tanah Suci. Ia pun memulai perjalanan ibadah haji dengan penuh rasa syukur.
Perjalanan hidup Painah membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mewujudkan mimpi besar. Ia akhirnya mencapai Baitullah melalui usaha yang ia jalani selama puluhan tahun.
(eny)









