Jambi, iNBrita.com – Endang (38), seorang guru di Jambi, tidak pernah menyangka niatnya beribadah umrah bersama keluarga justru berakhir kekecewaan. Ia menjadi salah satu dari ratusan jemaah yang diduga menjadi korban travel umrah Upro.
Awal Mula Kenal Travel dari WhatsApp
Endang pertama kali mengenal travel tersebut dari brosur yang beredar di grup WhatsApp.
“Saya awalnya melihat brosur yang dikirim teman ke grup WhatsApp,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Ia langsung tertarik karena travel tersebut menawarkan harga paket yang jauh lebih murah dibandingkan travel lain.
“Harganya lebih murah dari yang lain, jadi kami tertarik,” katanya.
Tertarik Harga Murah, Suami Datangi Manasik
Setelah melihat penawaran itu, suami Endang langsung mendatangi kegiatan manasik untuk mencari informasi lebih lanjut.
Endang kemudian mendaftar umrah sejak Agustus 2025. Pihak travel menjanjikan keberangkatan pada Februari 2026.
“Mereka memberi jadwal berangkat tanggal 14 Februari 2026,” ujarnya.
Untuk tiga anggota keluarganya, Endang sudah menyetor Rp116 juta. Ia juga menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan, mulai dari paspor, vaksin, hingga roaming internasional.
“Kami sudah menyiapkan semuanya,” katanya.
Percaya karena Direkomendasikan Teman
Awalnya, Endang sempat mencari informasi tambahan karena harga yang ditawarkan tergolong murah. Namun, ia akhirnya percaya karena temannya sendiri yang menawarkan.
“Saya sempat ragu, tapi karena teman sendiri yang menawarkan, saya jadi percaya,” ujarnya.
Jemaah Makin Yakin Jelang Keberangkatan
Menjelang keberangkatan, pihak travel membentuk grup bus dan menunjuk tour leader. Kondisi itu membuat para jemaah semakin yakin.
“Mereka sudah membagi bus satu, dua, dan tiga, serta menunjuk tour leader,” katanya.
Rombongan pun dijadwalkan berangkat dari Jambi menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.
Keberangkatan Batal Mendadak
Sehari sebelum keberangkatan, pihak travel tiba-tiba mengabarkan bahwa visa jemaah belum selesai.
“Sehari sebelum berangkat, mereka bilang visa belum semuanya jadi,” ujarnya.
Padahal, visa milik Endang sudah terbit.
“Visa saya sudah keluar, jadi kami merasa aneh,” katanya.
Sejumlah jemaah dari daerah bahkan sudah tiba di Jambi. Sementara itu, jemaah dari luar daerah sudah menunggu di Jakarta.
“Jemaah dari kabupaten sudah standby di Jambi, bahkan ada yang dari Kalimantan sudah ke Jakarta,” ujarnya.
Endang sendiri sudah menyiapkan koper, dan keluarganya sudah siap mengantar ke bandara.
“Koper sudah siap, keluarga juga sudah siap mengantar,” katanya.
Cuti Kerja Sudah Disetujui
Sebagai guru di Kabupaten Muaro Jambi, Endang juga sudah mengajukan cuti selama 37 hari. Pihak sekolah telah menyetujui cuti tersebut.
“Saya sudah mengajukan cuti dan sudah disetujui,” ujarnya.
Jemaah Panik dan Datangi Travel
Ketika keberangkatan batal, para jemaah langsung merasa bingung dan panik. Mereka saling menghubungi lalu mendatangi perwakilan travel untuk meminta penjelasan.
“Kami datang untuk menanyakan kejelasan,” katanya.
Pihak travel sempat berjanji akan bertanggung jawab, tetapi hingga kini belum memberikan kepastian pengembalian uang.
“Mereka sempat berjanji, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.
Kasus Masuk Ranah Hukum
Polisi kini menangani kasus tersebut. Penyidik juga telah meminta keterangan Endang sebagai saksi.
Pihak travel mengaku menjadi korban penipuan dari provider. Namun, Endang menilai jemaahlah yang sebenarnya dirugikan.
“Mereka bilang ditipu provider, tapi kami yang mengeluarkan uang,” katanya.
Harapan Jemaah: Uang Dikembalikan
Endang berharap pihak travel segera mengembalikan seluruh uang jemaah.
“Kami hanya ingin uang kami kembali karena kami tidak jadi berangkat,” ujarnya.
(VVR*)









