Jakarta, iNBrita.com — Bank Rakyat Indonesia melalui program Agen BRILink mengubah kehidupan Tatang Sutardi sejak ia membuka layanan tersebut pada 2017. Dari usaha kecil di pinggir jalan, Tatang berhasil membangun rumah impian dan menyekolahkan ketiga anaknya hingga perguruan tinggi.
Menikmati Hidup Sambil Tetap Berjualan
Tatang kini menikmati hari-harinya di rumahnya di Jalan Kenanga Baru, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Ia bergantian menjaga Agen BRILink bersama istrinya sambil mengurus dua keponakan dan menyalurkan hobinya memelihara ayam bangkok.
Tatang membuka Agen BRILink miliknya di Jalan Proklamasi No. 34, Abadijaya, tepat di seberang Kantor BRI Unit Proklamasi Depok. Pada pagi hari istrinya menjaga agen, sedangkan sore hingga malam hari Tatang mengambil alih pelayanan.
Merantau dan Memulai dari Nol
Perjalanan hidup Tatang dimulai saat ia merantau dari Kuningan ke Depok pada 1998. Ia bekerja membantu usaha warung kopi gerobakan milik temannya sebelum akhirnya membuka warung kopi dan toko kelontong sendiri di kawasan Jalan Proklamasi.
Ketika Kantor BRI Unit Proklamasi berdiri sekitar 2010, lokasi usahanya menjadi semakin strategis. Pada 2014, pihak BRI menawarkan kesempatan menjadi Agen BRILink kepada Tatang. Awalnya ia menolak karena merasa canggung membuka layanan keuangan tepat di depan kantor BRI. Namun pada 2017, ia akhirnya mencoba menjalankan usaha tersebut dan hasilnya justru sangat baik.
Cepat Berprestasi sebagai Agen BRILink
Setahun setelah bergabung, Tatang langsung meraih penghargaan Agen BRILink Pendatang Baru Terbaik wilayah Kanwil Jakarta 2 pada 2018. Hingga 2023, ia terus menerima berbagai penghargaan berupa emas logam mulia, kulkas, kompor, hingga dua unit sepeda motor.
Salah satu motor tersebut menjadi pengganti hadiah umrah yang batal akibat pandemi COVID-19.
Jadi Andalan Pedagang Pasar
Pada masa kejayaannya, Agen BRILink milik Tatang menjadi andalan warga sekitar, khususnya pedagang Pasar Musi Depok. Sekitar 80 persen pelanggannya berasal dari kalangan pedagang pasar, sementara sisanya terdiri dari pensiunan, pekerja bangunan, pedagang keliling, dan ibu rumah tangga.
Dalam sehari, Tatang mampu melayani transaksi senilai Rp200 juta hingga Rp300 juta dengan total perputaran uang mencapai Rp8 miliar per bulan. Meski transaksi ramai, ia tetap mempertahankan biaya admin murah agar pelanggan tetap loyal.
Hasil BRILink untuk Rumah dan Pendidikan Anak
Dari modal awal Rp20 juta, Tatang berhasil membangun rumah dan membiayai pendidikan ketiga anaknya.
Anak pertamanya menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Gunadarma dan kini bekerja sebagai guru. Anak keduanya lulus dari Universitas Nasional dan bekerja sebagai perawat. Sementara anak bungsunya masih kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.
Bertahan di Tengah Gempuran Digital
Meski transaksi Agen BRILink menurun akibat masyarakat semakin terbiasa menggunakan mobile banking, Tatang tetap mempertahankan usahanya. Jika sebelumnya ia melayani hingga 10 ribu transaksi per bulan, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 3 ribu transaksi.
Untuk bertahan, ia menguasai seluruh fitur layanan EDC dan memperluas layanan transaksi produktif, termasuk menerima setoran petugas PNM Mekaar hingga larut malam.
BRILink Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia, Akhmad Purwakajaya, mengatakan Agen BRILink menjadi salah satu tulang punggung layanan keuangan BRI di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, Agen BRILink membantu masyarakat memperoleh akses transaksi keuangan dengan lebih mudah dan cepat sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen desa di Indonesia.
(eny)









