IHSG Menguat Ditopang Saham Konglomerat Besar

Penguatan IHSG terjadi karena aksi beli besar pada saham konglomerat, didukung sentimen positif dari pasar global.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: IHSG sesi I anjlok 7,34% ke 8.321 pada perdagangan Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Foto: IHSG sesi I anjlok 7,34% ke 8.321 pada perdagangan Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

IHSG Menguat Kuat di Akhir Perdagangan, Saham Grup Besar Jadi Penggerak

Jakarta, iNBrita.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Sebelumnya, indeks sempat bergerak melemah di awal sesi. Namun demikian, menjelang penutupan sesi pertama, IHSG berbalik arah dan akhirnya naik 1,43% ke level 6.217,88.

Selain itu, pelaku pasar mencatat aktivitas perdagangan yang sangat besar. Investor membukukan nilai transaksi lebih dari Rp16 triliun dengan volume 22 miliar saham dan 1,33 juta kali transaksi. Di sisi lain, pasar menunjukkan pergerakan berimbang karena 319 saham menguat, 333 melemah, dan 161 stagnan.

Saham Grup Besar Menjadi Sorotan

Sementara itu, investor aktif memperdagangkan saham-saham grup konglomerat Barito. Pasar banyak memperdagangkan TPIA, BREN, BRPT, CUAN, PTRO, dan CDIA. Bahkan, pelaku pasar mencatat total transaksi saham-saham tersebut mencapai puluhan triliun rupiah secara gabungan.

Kemudian, investor mendorong saham BREN naik hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan 25%. Akibatnya, saham ini menyumbang penguatan terbesar terhadap IHSG. Di samping itu, investor juga mengangkat saham BRPT, AMMN, DCII, dan MORA sehingga indeks ikut menguat.

Baca Juga :  Cabai Rawit Catat Harga Tertinggi Nasional Hari Ini

Pergerakan Sektor Pasar

Dari sisi sektoral, investor menguatkan mayoritas sektor perdagangan. Misalnya, mereka mendorong sektor infrastruktur, barang baku, dan teknologi mencatat kenaikan tertinggi. Namun demikian, beberapa investor melakukan aksi ambil untung di sektor konsumer primer, properti, finansial, dan kesehatan sehingga sektor tersebut melemah tipis.

Dengan demikian, pasar menunjukkan pola pergerakan yang campuran meskipun tren utamanya tetap menguat.

Sentimen Global: Bursa Asia Ikut Menguat

Di sisi lain, investor di kawasan Asia-Pasifik juga menguatkan bursa regional. Mereka merespons sentimen global yang membaik.

Sebagai contoh, investor mendorong Nikkei Jepang naik 0,88% dan Kospi Korea Selatan melonjak 2,68%. Selain itu, pelaku pasar di Australia juga mengangkat indeks ASX 0,72%. Namun demikian, investor di Hong Kong menahan laju penguatan sehingga kontrak berjangka Hang Seng bergerak sedikit melemah.

Geopolitik dan Sentimen Pasar

Di tengah penguatan pasar, investor tetap mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sempat meningkat setelah Iran meluncurkan aktivitas militer di kawasan Selat Hormuz.

Baca Juga :  Harga BBM Naik, Rupiah Melemah, Daya Beli Tertekan

Namun demikian, pasar kemudian membaik setelah pejabat Gedung Putih menyebut kedua pihak semakin dekat pada kesepakatan sementara. Oleh karena itu, investor kembali membeli aset berisiko.

Wall Street Tetap Kuat

Sementara itu, investor di Amerika Serikat mempertahankan tren penguatan indeks saham. S&P 500 naik 0,58%, Nasdaq menguat 0,91%, dan Dow Jones ikut naik tipis.

Di samping itu, investor mendorong saham teknologi karena optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) terus meningkat. Sebagai contoh, investor memborong saham Snowflake setelah perusahaan itu melaporkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Kesimpulan

Dengan demikian, IHSG menguat karena investor agresif membeli saham-saham konglomerat besar. Selain itu, sentimen global juga mendorong penguatan, terutama dari bursa Asia dan Wall Street. Namun demikian, pasar tetap mewaspadai risiko geopolitik yang masih berlangsung.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya
ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi
Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:00 WIB

OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini

Berita Terbaru

Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian kembali turun pada Sabtu (29/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:00 WIB

Penyebab penumpukan kalsium di pembuluh darah. Foto: Getty Images/tussik13

Kesehatan

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi membuka Kejuaraan Menembak Perbakin Tingkat Provinsi Jambi di Lapangan Tembak Sementara Kabupaten Kerinci, Jumat (28/8/2026). Foto Kerinci Satu

KERINCI

Kerinci Gelar Kejuaraan Menembak Tingkat Provinsi Jambi

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Foto ilustrasi: Getty Images/Jajah-sireenut

Kesehatan

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Jumat, 28 Agu 2026 - 21:00 WIB

Toyota Innova Hycross facelift diperkirakan membawa desain eksterior baru yang lebih agresif.(Foto: Autocar India/Detik.com)

Teknologi

Toyota Innova Hycross Facelift Bawa Wajah Baru Agresif

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:00 WIB