Jakarta, iNBrita.com – Perdagangan emas nasional kembali mencatat penurunan pada Kamis, 21 Mei 2026. Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat dan perubahan kebijakan suku bunga global terus memengaruhi pergerakan harga logam mulia.
Di sisi lain, investor global mulai memindahkan aset mereka ke mata uang dolar karena menganggap instrumen tersebut lebih menguntungkan dalam jangka pendek. Kondisi itu kemudian memicu fluktuasi harga emas di pasar internasional sepanjang pekan ini. Dengan penurunan tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.800.000 per gram.
Sementara itu, perusahaan logam mulia juga menurunkan harga buyback atau pembelian kembali menjadi Rp2.604.000 per gram. Oleh sebab itu, investor perlu menghitung selisih harga jual dan buyback sebelum melakukan transaksi.
Meski demikian, analis komoditas masih memperkirakan tekanan harga akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Namun, kenaikan inflasi global pada akhir bulan nanti dapat mendorong harga emas kembali menguat. Pada saat yang sama, Pegadaian tetap mempertahankan harga emas Antam di angka Rp2.862.000 per gram.
Tidak hanya itu, Pegadaian juga menjual cetakan UBS dengan harga Rp2.797.000 per gram. Karena itu, masyarakat dapat memilih berbagai produk investasi logam mulia sesuai kebutuhan mereka.
Secara keseluruhan, pengamat investasi terus mengingatkan masyarakat agar rutin memantau perkembangan harga emas sebelum membeli maupun menjual logam mulia. Dengan langkah itu, investor dapat mengurangi risiko kerugian akibat perubahan harga yang terjadi secara cepat.









