Mbah Sarjo Utomo Selesaikan Haji 2026 Meski Sempat Pingsan di Arafah
Jeddah, iNBrita.com — Jemaah haji tunanetra asal Indonesia, Mbah Sarjo Utomo, menunjukkan keteguhan luar biasa saat ia menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 bersama Kloter 1 YIA, meskipun ia memiliki keterbatasan penglihatan dan sempat mengalami gangguan kesehatan.
Pertama-tama, Mbah Sarjo mengalami penurunan kondisi fisik ketika berada di Arafah. Ia menderita batuk berat yang diperparah cuaca panas serta kepadatan jemaah, hingga akhirnya ia sempat pingsan.
“Di Arafah batuk saya sangat berat sampai saya sempat pingsan, lalu saya sadar lagi,” katanya.
Namun demikian, ia kembali bangkit dan melanjutkan ibadah dengan pendampingan penuh dari anaknya yang terus mendampinginya selama di Tanah Suci.
Anak Mendampingi dan Membadalkan Lempar Jumrah
Selanjutnya, anak Mbah Sarjo secara aktif mendampingi setiap pergerakan ibadahnya karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjalan di tengah kerumunan jemaah.
Selain itu, ia juga membadalkan pelaksanaan lempar jumrah di Mina demi menjaga keselamatan ayahnya yang tidak dapat melihat dan berada dalam kondisi yang rentan.
“Jadi saya yang melakukan lempar jumrah untuk bapak saya karena beliau tidak bisa jalan sendiri,” jelasnya.
Di sisi lain, Mbah Sarjo mengapresiasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang secara aktif mendampingi jemaah lansia dan disabilitas sejak di Madinah, Makkah, hingga Arafah.
“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak PPIH yang sudah mendampingi perjalanan ibadah saya,” ujarnya.
Ia Menjalani Ibadah Haji dengan Penuh Kesyukuran
Kemudian, ia memanfaatkan setiap kesempatan di Tanah Suci untuk berdoa di tempat-tempat mustajab. Ia memohon ampunan serta menyampaikan doa-doa titipan dari keluarga di Indonesia.
“Saya berdoa dan menyampaikan semua titipan doa dari keluarga,” ungkapnya.
Ia Membawa Oleh-oleh untuk Cucu
Akhirnya, setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, ia bersiap kembali ke Indonesia bersama rombongan Kloter 1 YIA. Ia juga membeli oleh-oleh sederhana berupa boneka unta untuk cucunya.
“Cucu saya minta boneka unta untuk teman tidur, jadi saya belikan,” katanya sambil tersenyum.
Dengan demikian, Mbah Sarjo dan rombongan Kloter 1 YIA bersiap kembali ke Tanah Air membawa pengalaman spiritual yang mendalam serta harapan menjadi haji mabrur.









