Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Jakarta, iNBrita.comHarga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) yang masih bertahan di level Rp16.250 per liter mendorong peningkatan konsumsi BBM subsidi, khususnya Pertalite yang dijual Rp10.000 per liter. Pemerintah kini memberi perhatian serius terhadap perubahan pola konsumsi tersebut.

Lonjakan Konsumsi Pertalite Jadi Perhatian

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa pemerintah sedang mengatur kuota produksi Pertalite. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan lonjakan permintaan sekaligus memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia di SPBU.

Namun, Laode belum dapat memastikan kemungkinan penambahan kuota Pertalite yang saat ini berada di angka 29,26 juta kiloliter hingga akhir 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih fokus menangani kelangkaan BBM yang sebelumnya terjadi di Sumatra Utara.

“Kami masih mengelola hal itu. Saat ini kami juga sedang menuntaskan persoalan BBM di Sumatra Utara,” ujar Laode usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Harga BBM Nonsubsidi Masih Ikuti Pasar

Saat ditanya mengenai peluang penurunan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Laode menyampaikan bahwa pemerintah belum membahas hal tersebut lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa harga BBM nonsubsidi selama ini mengikuti mekanisme pasar.

Baca Juga :  Rupiah Naik Seiring Kekhawatiran Pasar Global Meninggi

“Untuk saat ini kami belum membahas penurunan harga,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa produk nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex telah mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia. Jika harga crude oil naik, maka harga produk tersebut juga ikut menyesuaikan.

Pertamina Catat Perubahan Pola Konsumsi

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mencatat adanya perubahan pola konsumsi BBM sejak penyesuaian harga produk nonsubsidi pada 18 April 2026. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan bahwa konsumsi BBM subsidi meningkat, sementara penjualan BBM nonsubsidi menurun.

Pada Juli 2026, konsumsi Pertalite meningkat sekitar 9,4%. Sebaliknya, penjualan Pertamax Series turun sekitar 18% dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan BBM subsidi di sejumlah wilayah.

“Kami melihat lonjakan permintaan di beberapa daerah. Karena itu, kami menyesuaikan operasi untuk memperkuat stok di seluruh jaringan penyalur, terutama SPBU,” jelas Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi

Fenomena serupa juga terjadi pada BBM diesel. Penyaluran Biosolar meningkat sekitar 13,9% pada Juli, sementara penjualan Dex Series—yang mencakup Dexlite dan Pertamina Dex—justru turun sekitar 6,4%.

Peluang Penurunan Harga Pertamax

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi seiring turunnya harga minyak mentah dunia. Pemerintah akan membahas hal ini bersama badan usaha penyedia BBM, baik Pertamina maupun swasta.

“Kami akan mengevaluasi dan segera menggelar rapat dengan badan usaha. Jika harga minyak dunia turun, kami akan melakukan penyesuaian,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah meminta seluruh pelaku usaha, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta, untuk menyesuaikan harga jika tren penurunan harga minyak global berlanjut.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.
Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027
TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
BGN Hentikan Penyaluran MBG, Anggaran Hemat Rp3 Triliun.
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:00 WIB

Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.

Berita Terbaru

Ilustrasi game penghasil saldo GoPay.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang 2026 Cair ke DANA, Begini Caranya

Rabu, 22 Jul 2026 - 01:00 WIB

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB