Jakarta, iNBrita.com — Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif yang umumnya berkaitan dengan proses penuaan. Hingga saat ini, belum ada cara yang dapat menjamin seseorang sepenuhnya terhindar dari penyakit tersebut.
Meski demikian, menjaga tubuh tetap aktif melalui olahraga secara rutin dapat menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kebugaran dan membantu memperlambat proses kerusakan sel saraf.
Parkinson Berkaitan dengan Proses Penuaan
Dokter spesialis neurologi subspesialis neurogeriatri, Banon Sukoandari, menjelaskan bahwa Parkinson berkaitan dengan proses degenerasi sel saraf yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Karena faktor tersebut, Parkinson belum dapat dicegah sepenuhnya. Namun, kondisi tubuh dapat tetap dijaga melalui berbagai kebiasaan sehat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Olahraga Membantu Memperlambat Kerusakan Sel Saraf
Aktivitas fisik secara rutin dinilai dapat membantu memperlambat proses kerusakan sel saraf yang berkaitan dengan Parkinson.
Pada penyakit Parkinson, terjadi kerusakan sel saraf pada bagian otak yang disebut substantia nigra. Area tersebut memiliki peran penting dalam menghasilkan dopamin, zat kimia otak yang berkaitan dengan pengaturan gerakan tubuh.
Ketika sel-sel tersebut mengalami kerusakan dan produksi dopamin menurun, berbagai gejala Parkinson dapat muncul.
Menurut Banon, olahraga dapat membantu memperlambat proses kerusakan sel sekaligus mempertahankan kemampuan tubuh agar tetap aktif.
Menjaga Cadangan Fisik di Usia Lanjut
Selain membantu kebugaran, olahraga juga berperan dalam membangun cadangan atau reserve tubuh.
Cadangan fisik menjadi penting ketika seseorang memasuki usia lanjut. Tubuh yang terbiasa melakukan aktivitas fisik cenderung memiliki kemampuan untuk mempertahankan kebugaran dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, olahraga sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan hidup, tentunya dengan menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas dengan kondisi masing-masing orang.
Olahraga Bukan Jaminan Terhindar dari Parkinson
Meski memiliki berbagai manfaat, olahraga tidak berarti dapat menjamin seseorang terbebas dari Parkinson.
Aktivitas fisik lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh sekaligus membantu memperlambat proses kerusakan sel saraf.
Dengan demikian, menjaga tubuh tetap aktif merupakan langkah pendukung dalam mempertahankan kesehatan seiring bertambahnya usia.
Pola Makan Bergizi Juga Perlu Diperhatikan
Dokter spesialis bedah saraf Achmad Fahmi turut menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat.
Selain berolahraga, kebutuhan tubuh perlu dipenuhi melalui makanan dan minuman yang bergizi. Kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh dan kesehatan otak.
Waspadai Risiko Cedera Kepala
Fahmi juga mengingatkan pentingnya menghindari benturan atau cedera pada kepala.
Cedera pada bagian tertentu di otak dapat menyebabkan kerusakan sel saraf. Salah satu bagian yang berkaitan dengan produksi dopamin adalah substantia nigra pars compacta.
Kerusakan pada area tersebut dapat mengganggu sel saraf yang menghasilkan dopamin dan berkaitan dengan munculnya gejala Parkinson.
Menjaga Kesehatan Otak Sejak Dini
Menjaga kesehatan otak dapat dilakukan melalui kebiasaan hidup yang sehat. Tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, serta menghindari risiko cedera kepala merupakan beberapa hal yang dapat diperhatikan.
Meski belum ada cara yang dapat memastikan seseorang terbebas dari Parkinson, menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan otak tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi proses penuaan.
(eny)









