Alex Pretti, Perawat ICU Tewas Ditembak Agen Imigrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga dan kerabat menyalakan lilin di tugu peringatan sementara dekat lokasi Alex Pretti, perawat ICU yang tewas ditembak petugas imigrasi AS di Minneapolis.

Warga dan kerabat menyalakan lilin di tugu peringatan sementara dekat lokasi Alex Pretti, perawat ICU yang tewas ditembak petugas imigrasi AS di Minneapolis.

Jakarta, iNBrita.com — Pertama-tama, keluarga mengidentifikasi pria yang tewas ditembak petugas imigrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, sebagai Alex Pretti. Pretti berusia 37 tahun dan bekerja sebagai perawat ICU di Rumah Sakit Veteran Affairs Minneapolis.

Selain itu, orang-orang terdekat mengenalnya sebagai sosok aktif, ramah, dan pecinta alam. Ia gemar bersepeda gunung serta sering menghabiskan waktu di luar ruangan bersama anjing kesayangannya, Joule, yang meninggal sekitar setahun lalu.

Awal Keterlibatan dalam Aksi Protes

Selanjutnya, Pretti mulai ikut aksi protes setelah Renee Good (37) tewas ditembak petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di dalam mobilnya pada awal Januari 2026. Sejak saat itu, ia turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan imigrasi pemerintah AS.

Versi Resmi Pemerintah Dipertanyakan

Namun demikian, keterangan resmi pemerintah menuai pertanyaan. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan seorang petugas melepaskan tembakan untuk membela diri. Mereka menuduh Pretti membawa senjata api dan melawan saat petugas berusaha melucuti senjatanya.

Sebaliknya, keluarga, sejumlah saksi mata, dan beberapa pejabat membantah klaim tersebut. Bahkan, berbagai video yang beredar tidak menunjukkan bukti bahwa Pretti mengancam petugas atau menggunakan senjata apa pun.

Kekecewaan terhadap Kebijakan Pemerintah

Di sisi lain, keluarga mengatakan Pretti kecewa terhadap kebijakan keras Presiden AS Donald Trump terkait imigrasi di Minneapolis. Tak hanya itu, ia juga vokal menentang pencabutan aturan perlindungan lingkungan.

Baca Juga :  PM Israel Mundur Usai Menderita Sakit Parah

“Dia membenci ketika orang-orang merusak alam tanpa tanggung jawab,” ujar ibunya, Susan Pretti, kepada Associated Press.
“Dia mencintai negara ini, tetapi membenci apa yang dilakukan orang-orang terhadapnya.”

Dukacita dari Keluarga dan Warga

Sementara itu, ungkapan duka mengalir dari warga dan kerabat. Mereka meletakkan bunga dan pesan belasungkawa di depan rumah Pretti serta di lokasi penembakan.

Lebih lanjut, adik perempuannya, Micayla Pretti, menyebut Alex sebagai “pahlawanku”.
“Ia hanya ingin menolong siapa pun,” tulis Micayla.
“Melalui pekerjaannya dan kepeduliannya pada penelitian kanker, ia telah menyentuh banyak kehidupan.”

Tanggapan Pejabat Negara Bagian

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur Minnesota Tim Walz menggambarkan Pretti sebagai pekerja berdedikasi yang merawat para veteran. Menurutnya, Pretti juga menggunakan hak Amandemen Pertama secara damai saat ikut aksi protes.

Tidak Memiliki Rekam Kriminal

Lebih jauh, keluarga menegaskan Pretti tidak pernah berurusan dengan hukum, kecuali beberapa tilang lalu lintas. Sejalan dengan itu, catatan pengadilan menunjukkan ia tidak memiliki rekam kriminal.

Sebelumnya, orang tua Pretti juga sempat mengingatkan putranya agar berhati-hati saat mengikuti demonstrasi.
“Kami bilang boleh ikut demo, tetapi jangan bertindak bodoh,” kata ayahnya, Michael Pretti.

Soal Kepemilikan Senjata

Adapun terkait senjata, keluarga mengonfirmasi Pretti memiliki pistol dan izin resmi membawa senjata di Minnesota. Meski demikian, mereka tidak mengetahui apakah ia membawa senjata tersebut pada hari kejadian.

Baca Juga :  Jenazah Anak Pelatih Valencia CF Ditemukan SAR

Sementara itu, Kepala Polisi Minneapolis Brian O’Hara menyebut Pretti tercatat sebagai pemilik senjata api yang sah.

Bantahan atas Tuduhan Terorisme

Setelah itu, keluarga mengecam narasi yang melabeli Pretti sebagai teroris domestik. Mereka menilai, tuduhan tersebut sebagai kebohongan yang menyakitkan dan tidak berdasar.

“Tolong ungkapkan kebenaran tentang putra kami. Dia orang baik,” tulis keluarga dalam pernyataan resmi.

Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi

Sebagai informasi, Pretti lahir di Illinois dan besar di Green Bay, Wisconsin. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai olahraga, menjadi anggota pramuka, dan bernyanyi di Paduan Suara Anak Laki-Laki Green Bay.

Kemudian, ia lulus dari Universitas Minnesota pada 2011, sempat bekerja sebagai peneliti, lalu kembali menempuh pendidikan untuk menjadi perawat terdaftar.

Kenangan dari Rekan dan Tetangga

Di tengah duka, rekan kerjanya, Dr. Dmitri Drekonja, mengenang Pretti sebagai pribadi hangat dan menyenangkan.
“Melihat dia dilabeli teroris itu sangat menyakitkan,” katanya.

Akhirnya, para tetangga juga menggambarkan Pretti sebagai sosok pendiam dan berhati tulus.
“Saya tidak pernah membayangkan dia membawa senjata,” ujar Sue Gitar.

Hingga kini, warga terus berdatangan ke tugu peringatan sementara di lokasi penembakan untuk mengenang Alex Pretti.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Indonesia Runner-up IFA7 World Championship 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:00 WIB

Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur

Berita Terbaru

Bunga daisy mekar dengan kelopak putih dan pusat kuning cerah. ( Foto Pexels)

Pendidikan

Arti Bunga Daisy Cantik Simbol Kesetiaan dan Cinta

Sabtu, 13 Jun 2026 - 00:00 WIB

Ishak (76) berjuang melawan stroke di tengah keterbatasan hidup. (Istimewa)

KERINCI

Ishak Berjuang Melawan Stroke di Tengah Keterbatasan Hidup

Kamis, 11 Jun 2026 - 21:00 WIB

Foto: Ilustrasi Trading (Istimewa)

Ekonomi

Harga Emas Naik Tajam, Investor Berburu Logam Mulia

Kamis, 11 Jun 2026 - 21:00 WIB

Sebuah kendaraan listrik melakukan pengisian daya di stasiun charging, mencerminkan tren peningkatan penggunaan EV(Foto :carnewschina.com)

Teknologi

EV Kuasai Pasar China Mei 2026, Penjualan ICE Anjlok

Kamis, 11 Jun 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas hari ini turun ke level Rp2,6 juta per gram.(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok Tajam Hari Ini, Saatnya Beli?

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:00 WIB