AS Kerahkan Kapal Induk, Iran Siaga Perang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

USS Gerald R. Ford memasuki Laut Mediterania sebagai bagian dari penguatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

USS Gerald R. Ford memasuki Laut Mediterania sebagai bagian dari penguatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Jakarta, iNBrita.com – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam. Militer AS mengerahkan kapal induk terbesarnya, USS Gerald R. Ford, mendekati kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan kekuatan militer di tengah situasi yang memanas.

Berdasarkan laporan AFP, kapal induk terbesar di dunia itu memasuki Laut Mediterania pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump memerintahkan langsung pengerahan tersebut untuk memperkuat posisi militer Washington di kawasan.

Fotografer menangkap momen saat USS Gerald R. Ford melintasi Selat Gibraltar, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Kapal induk itu akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perang pengiring yang lebih dulu tiba di Timur Tengah.

Trump menyatakan dirinya mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran jika jalur negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan. Ia bahkan memperingatkan Teheran agar mencapai kesepakatan dalam tenggat waktu yang ia tetapkan.

Warga Teheran Diliputi Kekhawatiran

Situasi ini membuat warga Teheran diliputi kecemasan. Banyak warga mengaku sulit tidur karena membayangkan kemungkinan pecahnya konflik baru.

Baca Juga :  PBB Adopsi Resolusi Dorong Perdamaian Palestina Dua Negara

Hamid, seorang warga Teheran, mengaku tidak bisa tidur nyenyak meski sudah mengonsumsi obat. Ia masih trauma dengan konflik sebelumnya, termasuk perang 12 hari antara Iran dan Israel tahun lalu.

Saat itu, Israel melancarkan serangan militer mendadak pada pertengahan Juni, yang memicu aksi balasan berupa serangan drone dan rudal dari Iran. Ribuan orang tewas di Iran dan puluhan korban jatuh di Israel.

Hamid mengaku lebih mengkhawatirkan masa depan anak dan cucunya. Ia berharap generasi muda masih bisa merasakan kehidupan yang damai, namun bayang-bayang perang terus menghantuinya.

Warga lain, Hanieh (31), memprediksi perang bisa terjadi dalam waktu dekat. Ia mulai menyimpan bahan makanan pokok untuk berjaga-jaga. Pengalaman mengungsi saat konflik sebelumnya membuatnya semakin waspada.

Mina Ahmadvand (46) juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Ia membeli makanan kaleng, air minum, dan baterai cadangan untuk mengantisipasi situasi darurat.

Swedia dan Serbia Minta Warganya Keluar dari Iran

Pemerintah Swedia dan Serbia mengeluarkan imbauan resmi agar warganya segera meninggalkan Iran. Otoritas kedua negara menilai situasi keamanan memburuk setelah meningkatnya ancaman militer dari AS.

Baca Juga :  Indonesia Tersingkir Usai Kalah Telak dari Prancis

Kementerian Luar Negeri Serbia meminta warganya tidak melakukan perjalanan ke Iran dan segera keluar dari negara tersebut. Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, juga menyerukan warga Swedia di Iran agar segera meninggalkan wilayah itu.

Pemerintah Indonesia Pantau Kondisi WNI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI Teheran terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, pemerintah belum menerima laporan adanya WNI yang menghadapi ancaman langsung.

Plt Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan KBRI aktif berkomunikasi dengan para WNI. Pemerintah tetap memberlakukan status Siaga 1 untuk Iran sejak Juni 2025 dan menyiapkan seluruh rencana kontinjensi, termasuk opsi evakuasi jika situasi memburuk.

Kemlu juga mengimbau WNI di Iran agar meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan situasi terkini, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Teheran. Pemerintah menyarankan WNI mempertimbangkan meninggalkan Iran secara mandiri apabila kondisi keamanan tidak kondusif.

Dalam situasi darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Teheran atau Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Spanyol Menang Telak 4-0 atas Arab Saudi
Harga Minyak Dunia Naik Usai Dialog AS-Iran Batal
Cristiano Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Kongo Imbang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:00 WIB

Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB