Home / Sumatera Barat

Senin, 1 Desember 2025 - 16:30 WIB

Bencana Sumbar Tewaskan 132 Warga, Kerugian Triliunan Rupiah

Gubernur  bersama perwakilan Fraksi PKS DPR RI menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir Sumatera Barat, didukung oleh pemerintah provinsi dalam upaya percepatan penanganan bencana ( Foto Istimewa)

Gubernur bersama perwakilan Fraksi PKS DPR RI menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir Sumatera Barat, didukung oleh pemerintah provinsi dalam upaya percepatan penanganan bencana ( Foto Istimewa)

Pembaruan Data Bencana di Sumatera Barat

Padang, iNBrita.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merilis pembaruan data penanganan bencana pada Senin, 1 Desember 2025. Dalam pernyataannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan perkembangan terbaru kondisi wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa bencana ini menimbulkan kerusakan yang sangat besar, dengan estimasi kerugian daerah yang kini melampaui satu triliun rupiah. Selain itu, pemerintah memperbarui data dua kali sehari agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih akurat dan terkini.

Upaya Penanganan dan Evakuasi Bencana Sumatra Barat

Sejak awal masa tanggap darurat, tim gabungan terus bekerja untuk membuka akses jalan, mengevakuasi korban akibat bencana,  dan menyalurkan bantuan. Hingga saat ini, tercatat 132 warga meninggal dunia dan 118 orang masih dinyatakan hilang. Di sisi lain, petugas yang tersebar di 16 kabupaten terdampak berupaya mempercepat pemulihan akses serta mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca juga :   Ibu Muda Bukittinggi Ditangkap Terkait Kematian Bayi

Kerusakan Permukiman dan Sektor Pertanian

Kerusakan terparah terjadi pada sektor permukiman. Lebih dari 33.000 rumah mengalami kerusakan berat maupun total. Selain itu, bencana juga melanda lahan pertanian seluas 16.000 hektar, membuat ribuan petani kehilangan sumber mata pencaharian. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat pendataan kerugian dan memperluas distribusi bantuan agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.

Dampak pada Fasilitas Publik dan Infrastruktur

Tidak hanya permukiman, fasilitas publik turut mengalami kerusakan signifikan. Pemerintah mencatat kerusakan pada 99 sekolah, 12 fasilitas kesehatan, 72 rumah ibadah, serta 13 kantor pemerintahan. Kerusakan ini, tentu saja, menghambat aktivitas layanan masyarakat di berbagai sektor strategis. Selain itu, 72 jaringan irigasi rusak, sepuluh bendungan terdampak, dan satu talud mengalami kerusakan.Satu ruas jalan dan satu jembatan memutus akses sehingga lebih dari empat kilometer jalan tidak bisa dilalui. Namun, tim lapangan membuka kembali beberapa jalur yang sebelumnya terisolasi.

Baca juga :   Hujan Lebat Picu Longsor di Kampus UIN Padang
Koordinasi Pemerintah

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November 2025. Mahyeldi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat yang terus berkontribusi. Ia menilai bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci percepatan pemulihan di Sumatera Barat.

Berita ini 2 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Rajab Hayatullah, mengenakan seragam hijau hapkido.

Sumatera Barat

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Wakili Sumbar di Kejurnas Hapkido
Tim BKSDA Sumbar patroli malam pantau kemunculan harimau sumatera di Palupuh Agam.

Sumatera Barat

BKSDA Sumbar Tangani Kemunculan Harimau Sumatera di Palupuh
Andre Rosiade bertemu Dirut Telkomsel bahas pembangunan tower BTS di Sumatera Barat

Sumatera Barat

Andre Rosiade Dorong Percepatan Pembangunan BTS di Sumbar
SMAN 1 Solok Selatan menerima penghargaan Juara 1 Lomba Kebersihan HUT RI ke-80 di Kabupaten Solok Selatan.

Sumatera Barat

SMAN 1 Solok Selatan Juara 1 Lomba Kebersihan HUT RI 80
Petugas Polresta Bukittinggi melakukan olah TKP di Ngarai Sianok, lokasi penemuan jasad bayi terpotong tiga bagian pada Sabtu 25 Oktober 2025.

Sumatera Barat

Ibu Muda Bukittinggi Ditangkap Terkait Kematian Bayi
Suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula sekolah.

Sumatera Barat

SMANSA Solsel Tanamkan Akhlak Nabi Muhammad pada Siswa
Mario Syahjohan berfoto bersama guru dan siswa SMAN 1 Solok Selatan usai kegiatan reses, seluruh peserta membentuk simbol segitiga dengan tangan.

Sumatera Barat

Mario Syahjohan Reses, Serap Aspirasi SMAN 1 Solok Selatan
banjir bandang menerjang permukiman di Malalak Timur dengan arus deras membawa material kayu dan lumpur

Sumatera Barat

Banjir Bandang di Malalak Timur: Dua Warga Hilang, 50 Mengungsi