BPOM Temukan Ribuan Produk Ilegal Jelang Idul Fitri

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nafilah/detikHealth

Foto: Nafilah/detikHealth

BPOM Temukan Lebih dari 56 Ribu Produk Bermasalah Jelang Idul Fitri

Jakarta, iNBrita.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pangan olahan di berbagai daerah. Selain itu, lembaga tersebut melakukan intensifikasi pemeriksaan di sejumlah titik distribusi. Hasilnya, BPOM menemukan lebih dari 56 ribu produk bermasalah, termasuk sekitar 27 ribu produk tanpa izin edar atau ilegal.

Di sisi lain, sejumlah produk populer seperti Milo dan OldTown White Coffee, serta berbagai produk sereal impor, tetap menarik minat tinggi dari masyarakat. Namun demikian, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli produk pangan.

Menurut Taruna, produk ilegal berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Pasalnya, produk tanpa izin edar tidak melalui pengawasan resmi. Akibatnya, risiko kontaminasi atau penggunaan bahan berbahaya dapat meningkat. Selain itu, konsumen juga sulit memastikan keaslian produk yang tidak memiliki izin edar resmi.

Wilayah dengan Temuan Produk Ilegal Terbanyak

BPOM juga mencatat lima wilayah dengan jumlah temuan produk ilegal terbanyak. Menariknya, sebagian besar wilayah tersebut berada di daerah yang dekat dengan jalur masuk barang dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan, lebih dari 70 persen produk ilegal diketahui berasal dari kedua negara tersebut.

Berikut lima wilayah dengan jumlah temuan tertinggi:

  • Palembang, Sumatera Selatan: 10.848 produk

  • Palopo, Sulawesi Selatan: 2.756 produk

  • Batam, Kepulauan Riau: 2.653 produk

  • Sanggau, Kalimantan Barat: 1.654 produk

  • Tarakan, Kalimantan Utara: 1.305 produk

Taruna menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa jalur distribusi ilegal masih aktif di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan lintas sektor. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

BPOM Periksa Lebih dari Seribu Sarana Distribusi

Sementara itu, hingga 5 Maret 2026, BPOM telah memeriksa 1.134 sarana peredaran pangan olahan di seluruh Indonesia. Secara rinci, pemeriksaan tersebut mencakup berbagai jenis sarana distribusi.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • 569 sarana ritel modern (50,2 persen)

  • 369 sarana ritel tradisional (32,5 persen)

  • 188 gudang distributor (16,6 persen)

  • 7 gudang importir (0,6 persen)

  • 1 gudang e-commerce (0,1 persen)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 739 sarana atau 65,2 persen telah memenuhi ketentuan. Sebaliknya, 395 sarana atau 34,8 persen masih melanggar aturan karena menjual produk tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, atau produk dalam kondisi rusak.

Karena itu, BPOM mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasan sebelum membeli produk pangan.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Pasuruan.

Nasional

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire gratis dengan hadiah diamond, skin senjata, dan item menarik untuk pemain FF.( Foto AI INBRTA)

Game

Kode Redeem FF Gratis 17 Oktober 2026, Coba 14 Kode

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan bonus login 18K dan diklaim bisa dicairkan ke saldo DANA. Klaim pencairan tersebut masih perlu diverifikasi. ( AI INBRITA)

Game

Game Susun Buah Bonus Login 18K, Bisa Cair?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB