Jakarta, iNBrita.com – BPOM ungkap tersebut ribuan akun dan tautan yang menjual obat kuasi ilegal selama patroli siber Januari hingga Juni 2025. Petugas BPOM juga menelusuri setiap tautan yang terdeteksi dalam pengawasan dan segera mengidentifikasi gel pereda nyeri, koyo, serta krim wasir yang beredar tanpa izin edar. Penjual produk tersebut tetap memasarkan barang berisiko karena mereka tidak melewati proses evaluasi keamanan dan mutu.
BPOM menindaklanjuti temuan itu dengan memeriksa satu per satu pola aktivitas para penjual. Tim memetakan jaringan penjualan, menemukan toko yang berulang kali menawarkan produk ilegal, dan mengumpulkan bukti transaksi untuk memperkuat laporan. Setelah mendokumentasikan seluruh tautan, BPOM ungkap dan melaporkannya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital agar platform marketplace segera menurunkan konten dan menutup akun yang melanggar.
BPOM menegaskan bahwa produsen obat kuasi wajib menjalani uji keamanan dan penilaian mutu sebelum produk memasuki pasar. Produk yang mengandung bahan aktif lokal tetap menimbulkan risiko bila proses produksinya tidak mengikuti standar yang benar. BPOM juga menyebut bahwa sebagian besar toko yang menjual produk ilegal tersebut beroperasi dari Jakarta Barat, sehingga menunjukkan adanya pola distribusi terpusat yang terorganisir.
Dalam hasil pengawasan, BPOM merilis lima produk ilegal yang paling banyak beredar. APDMP Lumbar Spine Cooling Gel mendominasi dengan 1.176 tautan dan 319.337 unit terjual. Bao Fu Ling muncul di 674 tautan dengan total 1.755 unit terjual. Dictamni Huatuo Hemorrhoids Cream tampak pada 559 tautan dan mencapai 35.574 unit penjualan. Shou Shien Tie hanya muncul di 93 tautan tetapi mencatat 47.941 unit terjual. Koyo Rematik SML muncul dalam 81 tautan dan terjual 431 unit sepanjang periode pengawasan.
BPOM mengimbau masyarakat untuk memeriksa izin edar sebelum membeli produk kesehatan di marketplace. BPOM juga mengajak masyarakat melaporkan peredaran produk ilegal melalui aplikasi BPOM Mobile agar penindakan dapat berlangsung cepat dan tepat sasaran.
membantu melindungi konsumen dan memastikan produk kesehatan yang beredar aman digunakan setiap hari.
(ES*)














