Kisah Malaikat Harut dan Marut dalam Sejarah dan Al-Qur’an
Jakarta, iNBrita.com — Pada zaman Kerajaan Babilonia, yang terletak di antara sungai Tigris dan Efrat, Allah SWT mengutus dua malaikat ke bumi, yaitu Harut dan Marut. Banyak orang mengaitkan kehadiran mereka dengan ilmu sihir. Namun, Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah mengutus mereka bukan untuk menyebarkan keburukan, melainkan untuk menguji manusia.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 102, Allah SWT menjelaskan bahwa setanlah yang menurunkan ilmu sihir, bukan malaikat. Oleh karena itu, Harut dan Marut menguji manusia dan selalu memperingatkan setiap orang yang ingin mempelajari sihir:
“Sesungguhnya kami hanyalah cobaan, janganlah kufur.”
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengajarkan sihir untuk membahayakan. Sebaliknya, mereka hadir untuk membuat manusia sadar akan konsekuensi kekafiran. Mereka menjelaskan bahwa ilmu sihir bisa memisahkan suami dan istri, dan lebih jauh lagi, ilmu itu hanya mendatangkan mudarat, bukan manfaat. Barang siapa menggunakan sihir, maka Allah tidak akan memberinya keuntungan di akhirat.
Dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Qutb menegaskan bahwa orang-orang Yahudi salah menuduh Harut dan Marut mengajarkan sihir. Dengan kata lain, Allah tidak menurunkan ilmu sihir kepada mereka; mereka hanya menguji manusia agar mampu membedakan benar dan salah.
Kisah ini mengingatkan manusia bahwa Allah mengizinkan segala sesuatu terjadi di dunia, termasuk sihir. Oleh sebab itu, manusia harus memilih dengan bijaksana, karena jalan keburukan selalu membawa kerugian.
Singkatnya, Harut dan Marut tidak membawa kejahatan. Mereka menguji manusia agar senantiasa memilih kebenaran dan menjauhi kekafiran. Dengan demikian, kisah mereka mengajarkan bahwa setiap cobaan memiliki hikmah, selama manusia mau berpikir dan bertindak benar.
(eny)








