Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Naik

Harga emas Antam naik Rp 8.000 per gram, sedangkan Galeri24 dan UBS kompak turun pada Jumat (6/11/2026).

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas Antam naik, sedangkan Galeri24 dan UBS turun pada perdagangan Jumat (6/11/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas Antam naik, sedangkan Galeri24 dan UBS turun pada perdagangan Jumat (6/11/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNBrita.com – Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian menunjukkan pergerakan berbeda pada Jumat (6/11/2026). Dari ketiga produk logam mulia tersebut, hanya emas Antam yang mencatat kenaikan harga. Sementara itu, harga Galeri24 dan UBS justru mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan pada laman resmi Pegadaian pukul 10.55 WIB, harga emas Galeri24 mencapai Rp 2.507.000 per gram. Angka tersebut turun Rp 11.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp 2.518.000 per gram.

Sebaliknya, harga emas Antam justru menguat Rp 8.000. Pegadaian kini menjual emas Antam seharga Rp 2.604.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya Rp 2.596.000 per gram.

Sementara itu, harga emas UBS mengalami penurunan paling besar. Pegadaian mematok harga emas UBS sebesar Rp 2.540.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 25.000 dari perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp 2.565.000 per gram.

Dengan pergerakan tersebut, emas Antam masih menempati posisi sebagai produk dengan harga tertinggi di antara ketiga merek tersebut. Harganya mencapai Rp 2.604.000 per gram.

Perlu diketahui, Pegadaian dapat memperbarui harga emas sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan pasar.

Daftar Harga Emas Pegadaian 6 November 2026

Pegadaian menyediakan ketiga produk emas tersebut dalam berbagai pilihan berat. Galeri24 menawarkan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. UBS menyediakan emas mulai dari 0,5 gram sampai 500 gram. Adapun Antam menawarkan pilihan ukuran hingga 100 gram berdasarkan daftar harga yang tersedia.

Berikut rincian harga masing-masing produk emas di Pegadaian pada Jumat (6/11/2026).

1. Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.315.000
  • 1 gram: Rp 2.507.000
  • 2 gram: Rp 4.953.000
  • 5 gram: Rp 12.291.000
  • 10 gram: Rp 24.517.000
  • 25 gram: Rp 60.962.000
  • 50 gram: Rp 121.827.000
  • 100 gram: Rp 243.534.000
  • 250 gram: Rp 607.339.000
  • 500 gram: Rp 1.214.677.000
  • 1.000 gram: Rp 2.429.353.000

2. Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.353.000
  • 1 gram: Rp 2.507.000
  • 2 gram: Rp 5.147.000
  • 3 gram: Rp 7.694.000
  • 5 gram: Rp 12.789.000
  • 10 gram: Rp 25.523.000
  • 25 gram: Rp 63.679.000
  • 50 gram: Rp 127.276.000
  • 100 gram: Rp 254.473.000

3. Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.373.000
  • 1 gram: Rp 2.540.000
  • 2 gram: Rp 5.041.000
  • 5 gram: Rp 12.457.000
  • 10 gram: Rp 24.783.000
  • 25 gram: Rp 61.836.000
  • 50 gram: Rp 123.418.000
  • 100 gram: Rp 246.737.000
  • 250 gram: Rp 616.662.000
  • 500 gram: Rp 1.231.877.000

Harga Emas Dunia Menguat, Tembus Level Tertinggi dalam Dua Pekan

Di pasar internasional, harga emas dunia mencatat penguatan pada Kamis (5/11/2026). Harga logam mulia tersebut bahkan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir.

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendorong kenaikan harga emas. Selain itu, penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi.

Kini, pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan AS. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC pada Jumat (6/11/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$ 4.100,27 per ons pada pukul 14.05 waktu setempat. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$ 4.146,63 per ons. Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak 20 Oktober 2026.

Pada Rabu sebelumnya, harga emas bahkan melonjak hampir 3,4%. Kenaikan harian tersebut menjadi yang terbesar sejak 19 Agustus.

Sepanjang pekan ini, harga emas juga telah menguat lebih dari US$ 250. Kenaikan tersebut membawa harga emas menjauh dari level terendah dalam satu tahun, yakni US$ 3.869,85 per ons pada Jumat pekan sebelumnya.

Di pasar berjangka, kontrak emas AS untuk pengiriman Desember juga mencatat kenaikan 1%. Kontrak tersebut ditutup pada level US$ 4.113,50 per ons.

Pelemahan Dolar AS Dorong Harga Emas

Pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga emas dunia. Pada Kamis, dolar AS menyentuh level terendah sejak 30 September.

Kondisi tersebut membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Sebab, pasar internasional menetapkan harga emas dalam mata uang dolar.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun ke level terendah dalam hampir dua bulan.

Direktur High Ridge Futures, David Meger, menilai kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan ekspektasi pasar terhadap inflasi dan suku bunga.

Meger menjelaskan bahwa peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya menghilang. Namun, penurunan harga energi mulai meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi.

Ia juga menilai kondisi tersebut dapat mengurangi kebutuhan bank sentral untuk menaikkan suku bunga pada masa mendatang.

Harga minyak mentah Brent turut mengalami penurunan. Minyak Brent masih bergerak di bawah US$ 100 per barel setelah harganya anjlok hampir 9% pada sesi sebelumnya.

Pasar merespons perkembangan politik AS dan berharap hasil pemilihan umum dapat mengurangi risiko eskalasi konflik yang melibatkan Iran.

Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Selain pergerakan dolar dan harga minyak, kebijakan suku bunga The Fed juga memengaruhi perdagangan emas dunia.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 66%.

Kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas. Pasalnya, emas tidak menghasilkan bunga atau imbal hasil seperti sejumlah instrumen investasi lainnya.

Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung mempertimbangkan kembali alokasi dana mereka. Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.

Oleh karena itu, investor kini menunggu laporan non-farm payrolls AS yang akan dirilis pada Jumat. Laporan tersebut mencatat perubahan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian.

Data ketenagakerjaan itu dapat membantu investor memperkirakan langkah kebijakan The Fed selanjutnya.

Pedagang logam independen, Tai Wong, mengingatkan bahwa harga emas masih menghadapi risiko penurunan jika data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

Menurut Wong, data yang kuat dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga emas.

Bank Sentral Polandia Capai Target Cadangan Emas

Di tengah perkembangan pasar global, bank sentral Polandia juga mencatat perkembangan penting dalam pengelolaan cadangan emas.

Bank sentral tersebut telah mencapai target kepemilikan emas sebanyak 700 metrik ton. Meski demikian, pencapaian target tersebut tidak menutup kemungkinan Polandia kembali membeli emas dalam jumlah lebih besar.

Sementara itu, sejumlah logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif.

Harga perak di pasar spot bertahan di US$ 52,23 per ons. Pada waktu yang sama, harga platinum naik 1,6% menjadi US$ 1.520,75 per ons.

Harga paladium juga mencatat penguatan sebesar 3,8% ke posisi US$ 1.042,24 per ons.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih mendapat perhatian investor di tengah perubahan nilai dolar AS, ekspektasi inflasi, dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah
Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS
Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000
Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif
KUR Bank Jambi 2026, Pinjaman Rp500 Juta, Cek Bunga
IHSG Melonjak 1,96 Persen, Saham ARCI Menguat Tajam
Harga Perak Antam Naik Rp 550 Hari Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 November 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS

Jumat, 6 November 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat

Jumat, 6 November 2026 - 12:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000

Jumat, 6 November 2026 - 10:00 WIB

Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif

Berita Terbaru

 Kementerian Kebudayaan menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 dengan 63 penghargaan dalam tujuh kategori.(Foto : Shonya NR/detikcom)

Nasional

Kemenbud Berikan 63 Penghargaan dalam AKI 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:00 WIB

Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 hadir dengan tiga varian dan pembaruan 75 persen komponen.(Foto : Dok. Honda)

Teknologi

Honda Perkenalkan CBR1000RR-R Fireblade 2027 Terbaru

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:00 WIB

Hyundai Neira, mobil listrik terbaru Hyundai untuk pasar Indonesia.(Foto : Dok.HMID)

Teknologi

Hyundai Neira Meluncur, SUV Listrik Tujuh Penumpang Lokal

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah membuka peluang bagi PPPK penuh waktu untuk mengikuti seleksi CPNS 2027.

Nasional

PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:00 WIB

IHSG melemah 1,97% pada sesi pertama perdagangan, Jumat (6/11/2026), seiring tekanan jual yang melanda seluruh sektor saham.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:00 WIB