Jakarta, iNBrita.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu keluar dari tekanan jual pada sesi pertama perdagangan Jumat (6/11/2026). Seluruh sektor saham mencatatkan pelemahan sehingga menyeret IHSG semakin dalam ke zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG merosot 1,97% ke level 4.931,39 pada penutupan sesi pertama. Sementara itu, indeks saham LQ45 turun 1,71% ke posisi 504,88. Seluruh indeks saham acuan juga mengalami koreksi.
Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 4.969 dan level terendah 4.925,10. Tekanan jual mendominasi perdagangan setelah 496 saham melemah. Sebaliknya, sebanyak 118 saham menguat dan 96 saham bergerak stagnan.
Pelaku pasar mencatatkan total 570.974 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 9,6 miliar saham. Nilai transaksi saham hingga sesi pertama mencapai Rp 3,4 triliun. Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 18.125.
Seluruh Sektor Saham Berada di Zona Merah
Seluruh sektor saham mengalami pelemahan pada sesi pertama perdagangan. Sektor bahan baku mencatatkan koreksi terdalam sebesar 4,05%.
Tekanan juga melanda sektor infrastruktur yang turun 2,95% dan sektor energi yang melemah 2,81%. Selanjutnya, sektor industri terkoreksi 2,35%, sektor kesehatan turun 1,82%, dan sektor teknologi melemah 1,65%.
Sementara itu, sektor konsumer siklikal turun 1,61%, sektor properti melemah 1,38%, dan sektor transportasi terkoreksi 1,27%. Sektor keuangan juga turun 1,19%, sedangkan sektor konsumer nonsiklikal mencatatkan pelemahan paling kecil sebesar 0,54%.
Pergerakan Saham JARR, ARTO, PTRO, dan BBCA
Sejumlah saham turut bergerak melemah pada sesi pertama perdagangan. Saham JARR turun 1,32% ke level Rp 2.250 per saham.
Pada pembukaan perdagangan, saham JARR melemah 10 poin ke posisi Rp 2.270 per saham. Selama sesi pertama, saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.270 dan level terendah Rp 2.210.
Investor memperdagangkan saham JARR sebanyak 4.755 saham dengan frekuensi 263 kali transaksi. Nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp 1,1 miliar.
Saham ARTO juga mengalami tekanan dengan penurunan 1,39% ke level Rp 498 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham ARTO langsung melemah dari penutupan sebelumnya di posisi Rp 505 per saham.
Sepanjang sesi pertama, saham ARTO bergerak pada rentang Rp 492 hingga Rp 505 per saham. Investor mencatatkan 662 kali transaksi dengan volume perdagangan 27.639 saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,4 miliar.
Tekanan lebih dalam terjadi pada saham PTRO yang anjlok 6,94% ke level Rp 2.010 per saham. Saham ini membuka perdagangan dengan penurunan 60 poin ke posisi Rp 2.100 per saham.
Selama sesi pertama, saham PTRO sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.100 sebelum turun ke level terendah Rp 2.010 per saham. Investor memperdagangkan 177.911 saham PTRO melalui 4.925 kali transaksi. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 36,5 miliar.
Saham BBCA turut melemah 2,63% ke level Rp 4.990 per saham. Pada awal perdagangan, saham BBCA turun 100 poin ke posisi Rp 5.025 per saham.
Dalam perdagangan sesi pertama, saham BBCA sempat mencapai level tertinggi Rp 5.100 dan menyentuh level terendah Rp 4.990 per saham. Investor mencatatkan 11.744 kali transaksi dengan volume perdagangan 454.467 saham. Nilai transaksi BBCA mencapai Rp 249,7 miliar.
(vvr*)









