Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif

ISSI anjlok 45,10% hingga Oktober 2026, sementara sukuk korporasi dan pembiayaan perbankan syariah tetap mencatatkan pertumbuhan positif.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perdagangan saham syariah di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Dok.OJK)

Ilustrasi perdagangan saham syariah di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Dok.OJK)

Jakarta, iNBrita.com – Pasar saham syariah Indonesia masih menghadapi tekanan sepanjang 2026. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat penurunan sebesar 45,10% secara year to date (ytd) hingga Oktober 2026. Pelemahan ini sejalan dengan tekanan yang juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menyampaikan kondisi tersebut dalam konferensi pers virtual pada Kamis (5/11/2026).

“Pada industri keuangan syariah sejalan dengan IHSG, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia, secara year to date masih mengalami tekanan,” kata Hernawan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ISSI berada di level 169,42 pada Oktober 2026. Angka tersebut turun tajam dari posisi penutupan Desember 2025 yang mencapai 308,61.

Penurunan indeks juga menekan kapitalisasi pasar saham syariah. OJK mencatat kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp4.304,17 triliun pada Oktober 2026. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp8.971,68 triliun.

Akibatnya, pangsa pasar saham syariah terhadap total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di level 48,80%. Sementara itu, jumlah saham yang memenuhi kriteria syariah mencapai 579 saham. Jumlah tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Sukuk Korporasi dan Reksa Dana Syariah Masih Tumbuh

Di tengah tekanan pasar saham syariah, sejumlah instrumen investasi syariah lainnya justru mencatatkan pertumbuhan positif.

Salah satunya berasal dari sukuk korporasi. OJK mencatat nilai outstanding sukuk korporasi mencapai Rp100,07 triliun pada Oktober 2026. Angka tersebut tumbuh 13,44% secara year to date dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp88,21 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut mengantarkan pangsa pasar sukuk korporasi ke level 17,62%.

Selain sukuk, reksa dana syariah juga menunjukkan perkembangan positif. OJK mencatat nilai Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah mencapai Rp85,04 triliun. Instrumen ini menguasai pangsa pasar sebesar 13,71%.

Secara year to date, AUM reksa dana syariah tumbuh 1,92%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa investor masih menempatkan dana pada instrumen investasi berbasis syariah.

Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh 12,05%

Sektor perbankan syariah juga mempertahankan pertumbuhan positif. Hingga September 2026, perbankan syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp757,32 triliun. Nilai tersebut tumbuh 12,05% secara tahunan atau year on year (yoy).

Perbankan syariah juga berhasil meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). OJK mencatat DPK mencapai Rp853,75 triliun atau tumbuh 7,48% yoy.

Selain itu, total aset perbankan syariah mencapai Rp1.108,45 triliun. Capaian tersebut menempatkan pangsa pasar perbankan syariah pada level 7,53%.

Sementara itu, securities crowdfunding syariah juga mencatatkan perkembangan positif. OJK mencatat dana yang dihimpun melalui instrumen ini mencapai Rp1.191,17 miliar. Nilai tersebut tumbuh 19,27% secara tahunan dengan pangsa pasar sebesar 57,07%.

Kinerja Industri Keuangan Syariah Masih Bervariasi

Berbagai data tersebut menunjukkan bahwa industri keuangan syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang beragam sepanjang 2026.

Pasar saham syariah memang mengalami tekanan cukup dalam. Namun, sektor perbankan syariah tetap meningkatkan penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana masyarakat.

Di sisi lain, sukuk korporasi, reksa dana syariah, dan securities crowdfunding syariah juga berhasil mencatatkan pertumbuhan positif.

Dengan demikian, tekanan di pasar saham belum menghentikan perkembangan industri keuangan syariah secara keseluruhan. Sejumlah instrumen keuangan syariah lainnya masih mampu mempertahankan pertumbuhan hingga Oktober 2026.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Naik
Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS
Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000
KUR Bank Jambi 2026, Pinjaman Rp500 Juta, Cek Bunga
IHSG Melonjak 1,96 Persen, Saham ARCI Menguat Tajam
Harga Perak Antam Naik Rp 550 Hari Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 November 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS

Jumat, 6 November 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat

Jumat, 6 November 2026 - 12:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000

Jumat, 6 November 2026 - 10:00 WIB

Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif

Berita Terbaru

 Kementerian Kebudayaan menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 dengan 63 penghargaan dalam tujuh kategori.(Foto : Shonya NR/detikcom)

Nasional

Kemenbud Berikan 63 Penghargaan dalam AKI 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:00 WIB

Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 hadir dengan tiga varian dan pembaruan 75 persen komponen.(Foto : Dok. Honda)

Teknologi

Honda Perkenalkan CBR1000RR-R Fireblade 2027 Terbaru

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:00 WIB

Hyundai Neira, mobil listrik terbaru Hyundai untuk pasar Indonesia.(Foto : Dok.HMID)

Teknologi

Hyundai Neira Meluncur, SUV Listrik Tujuh Penumpang Lokal

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah membuka peluang bagi PPPK penuh waktu untuk mengikuti seleksi CPNS 2027.

Nasional

PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:00 WIB

IHSG melemah 1,97% pada sesi pertama perdagangan, Jumat (6/11/2026), seiring tekanan jual yang melanda seluruh sektor saham.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:00 WIB