Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS

Rupiah melemah ke Rp18.119 per dolar AS, sementara yield obligasi pemerintah Indonesia turun di tengah dinamika pasar global.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, iNBrita.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (6/11/2026). Pelaku pasar merespons hasil pemilihan umum (pemilu) paruh waktu di AS yang memenangkan Partai Demokrat. Ekonom menilai hasil pemilu tersebut turut memengaruhi pergerakan rupiah di pasar keuangan.

Berdasarkan data RTI, rupiah berada pada level Rp18.119 per dolar AS. Angka tersebut melemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp18.082 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa hasil pemilu AS sempat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Selain itu, penurunan harga minyak dunia turut memengaruhi sentimen pasar keuangan global.

Namun, investor kemudian kembali mencermati dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS. Mengutip Antara, kemenangan tersebut mendorong investor melakukan aksi jual secara luas di pasar saham Amerika Serikat.

Selanjutnya, pelaku pasar mulai memindahkan investasinya dari saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke aset safe haven. Langkah tersebut muncul karena investor mengkhawatirkan kemungkinan munculnya kebijakan yang lebih ketat terhadap industri AI dari sejumlah pejabat Partai Demokrat terpilih.

Di sisi lain, pasar juga merespons positif perkembangan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 5,29% pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama berasal dari kenaikan ekspor dan perubahan inventori. Meski demikian, permintaan domestik masih menunjukkan pelemahan.

Josua memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp18.025 hingga Rp18.125 per dolar AS selama perdagangan Jumat (6/11/2026).

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Indonesia Mengalami Penurunan

Sementara itu, pasar obligasi pemerintah Indonesia menunjukkan perkembangan positif pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Investor mendorong penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah di seluruh tenor seiring membaiknya sentimen risiko global dan berlanjutnya penurunan harga minyak dunia.

Pada perdagangan tersebut, yield obligasi pemerintah dengan tenor lima tahun turun 20 basis poin (bps) menjadi 7,38%. Kemudian, yield obligasi tenor 10 tahun melemah 8 bps menjadi 7,66%.

Penurunan juga terjadi pada obligasi tenor 15 tahun dan 20 tahun. Masing-masing tenor mencatat penurunan yield sebesar 2 bps dan 7 bps. Dengan demikian, yield obligasi tenor 15 tahun mencapai 7,73%, sedangkan tenor 20 tahun berada pada level 7,69%.

Selain penurunan yield, pasar obligasi pemerintah juga mencatat peningkatan aktivitas transaksi. Total volume perdagangan naik menjadi Rp25,9 triliun dari sebelumnya Rp19,46 triliun.

Meski demikian, investor asing justru mengurangi kepemilikannya pada obligasi pemerintah Indonesia. Josua mencatat bahwa investor asing melepas obligasi senilai Rp0,68 triliun hingga 4 November 2026.

Akibatnya, total kepemilikan asing turun menjadi Rp915 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 12,97% dari keseluruhan obligasi pemerintah Indonesia yang beredar atau outstanding.

Josua menjelaskan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan posisi investor asing di tengah dinamika pasar keuangan global.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Naik
Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000
Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif
KUR Bank Jambi 2026, Pinjaman Rp500 Juta, Cek Bunga
IHSG Melonjak 1,96 Persen, Saham ARCI Menguat Tajam
Harga Perak Antam Naik Rp 550 Hari Ini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:00 WIB

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 November 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah, Investor Cermati Dampak Pemilu AS

Jumat, 6 November 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Turun, Perak Dunia Masih Menguat

Jumat, 6 November 2026 - 12:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 8.000

Jumat, 6 November 2026 - 10:00 WIB

Saham Syariah Anjlok 45,10%, Sukuk Tetap Tumbuh Positif

Berita Terbaru

 Kementerian Kebudayaan menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 dengan 63 penghargaan dalam tujuh kategori.(Foto : Shonya NR/detikcom)

Nasional

Kemenbud Berikan 63 Penghargaan dalam AKI 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:00 WIB

Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 hadir dengan tiga varian dan pembaruan 75 persen komponen.(Foto : Dok. Honda)

Teknologi

Honda Perkenalkan CBR1000RR-R Fireblade 2027 Terbaru

Jumat, 6 Nov 2026 - 19:00 WIB

Hyundai Neira, mobil listrik terbaru Hyundai untuk pasar Indonesia.(Foto : Dok.HMID)

Teknologi

Hyundai Neira Meluncur, SUV Listrik Tujuh Penumpang Lokal

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah membuka peluang bagi PPPK penuh waktu untuk mengikuti seleksi CPNS 2027.

Nasional

PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:00 WIB

IHSG melemah 1,97% pada sesi pertama perdagangan, Jumat (6/11/2026), seiring tekanan jual yang melanda seluruh sektor saham.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

IHSG Anjlok 1,97%, Seluruh Sektor Saham Melemah

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:00 WIB