Home / Daerah

Senin, 26 Januari 2026 - 16:00 WIB

Harga Kentang Kerinci Jatuh, Petani Merugi Besar

ilustrasi petani kentang (foto pexels)

ilustrasi petani kentang (foto pexels)

Sungai Penuh, iNBrita.com  – Musim panen kentang di Kabupaten Kerinci membuat para petani menghadapi tekanan besar. Alih-alih meraup keuntungan, banyak petani kini merugi karena harga jual kentang di tingkat petani menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

Petani kini menjual kentang hanya sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa bulan lalu, saat pedagang masih membeli kentang dengan harga Rp8.000 hingga Rp15.000 per kilogram, tergantung jenis dan ukuran. Penurunan harga ini membuat pendapatan petani menipis, sementara mereka tetap harus membayar biaya produksi, termasuk bibit, pupuk, dan tenaga kerja.

Baca juga :   Waspada BMKG Prediksi Hujan Lebat Sore Hari di Kerinci Penuh

Ando, seorang petani kentang di Kerinci, menjelaskan bahwa terus menurun selama lima bulan terakhir. Ia menuturkan bahwa hasil penjualan saat ini bahkan tidak menutupi modal yang dikeluarkan.

“Lima bulan terakhir harga terus turun. Sekarang hasil penjualan tidak menutup biaya produksi,” kata Ando. Kondisi ini mendorong beberapa petani mempertimbangkan mengurangi lahan tanam kentang pada musim berikutnya karena risiko kerugian terlalu besar jika harga tetap rendah.

Petani menilai penurunan harga terjadi karena produksi kentang melimpah saat masa panen raya. Lonjakan pasokan membuat pedagang menekan harga di tingkat petani, sementara permintaan tidak bertambah sebanding dengan ketersediaan.

Baca juga :   Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menuju OSN Provinsi Sumatera Barat

Petani berharap pemerintah daerah segera menstabilkan harga kentang. Mereka mengusulkan pemerintah membeli hasil panen langsung, memperluas akses pasar ke wilayah baru, atau menyediakan subsidi dan fasilitas penyimpanan. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat membantu menjaga harga tetap wajar dan memastikan pendapatan petani lebih stabil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tingginya produksi tanpa mekanisme penyerapan pasar yang baik dapat menekan ekonomi petani, meskipun panen melimpah. Para petani kini mengandalkan intervensi pemerintah untuk mengembalikan keseimbangan antara pasokan dan harga di pasar.

(*)

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ketua DPRD Sungai Penuh menyerahkan ucapan selamat HUT ke-54 kepada Walikota Alfin

Daerah

HUT ke-54 Walikota, DPRD Berikan Ucapan Selamat
Kasat Narkoba Polres Kerinci IPTU Yandra Kusuma

Daerah

Polres Kerinci Ungkap Puluhan Kasus Narkoba 2025

Daerah

PJ Bupati Asraf Minta Petugas Parkir Taat Aturan
Walikota Alfin dan Wawako Azhar meninjau SPAM Hamparan Rawang di Sungai Penuh.

Daerah

Walikota Dorong SPAM Maksimalkan Layanan Air Bersih

Daerah

Kapolres Kerinci Hadiri Prosesi Pemakaman BRIPTU Refki Febrian di Kerinci

Daerah

Wisata Buluh Perindu Tawarkan Spot Foto Kekinian

Daerah

Herman Mukhtar: Bersatu Kunci Jika Ingin Walikota Dari 3 D

Daerah

Pj. Bupati Asraf Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan KUA PPAS dan Hasil Pembahasan 5 Ranperda