Jambi, iNBrita.com — Kenaikan harga plastik kemasan kini menjadi tantangan baru bagi para pengrajin kerupuk jangek di Kabupaten Kerinci. Biaya produksi yang terus naik membuat pelaku usaha kecil harus mencari cara agar usaha mereka tetap bisa berjalan.
Salah seorang pengrajin kerupuk jangek di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Siulak, Syafrinil, mengatakan harga plastik pembungkus mengalami kenaikan cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya harga plastik masih sekitar Rp38 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp60 ribu per kilogram.
Menurut Syafrinil, kenaikan tersebut sangat memengaruhi biaya produksi. Meski begitu, ia dan pengrajin lainnya belum berani menaikkan harga jual karena takut pembeli berkurang.
Agar usaha tetap bertahan, mereka akhirnya mengurangi jumlah isi dalam setiap kemasan.
“Dulu kemasan seribu rupiah bisa isi enam biji kerupuk, sekarang tinggal lima biji supaya usaha tetap jalan,” kata Syafrinil, Minggu (17/5/2026).
Selain harga plastik yang mahal, biaya distribusi yang ikut naik juga semakin menambah beban para pengrajin. Kondisi ini membuat mereka harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran usaha.









