Aroma Kue Tradisional dari Dapur Sederhana
Sungai Penuh , iNBrita.com — Pagi itu, aroma kue yang baru matang memenuhi sebuah rumah produksi di Kota Sungai Penuh. Di dapur para pekerja sibuk menyusun bolu ikan original, bolu tapai, bolu gula aren, hingga bolu manggis mini ke dalam kemasan. Suasana semakin ramai ketika para kampas datang silih berganti mengambil pesanan untuk dipasarkan ke berbagai daerah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Di balik usaha rumahan tersebut, berdiri sosok perempuan ramah bernama Deri Berkah. Dengan senyum hangat, ia melayani setiap pelanggan yang datang sambil memastikan seluruh proses produksi berjalan lancar. Ketekunan dan kerja keras membuat usaha Kue Berkah terus berkembang dari tahun ke tahun.
Produksi Meningkat Jelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas produksi di Kue Berkah meningkat drastis. Permintaan konsumen terus bertambah sehingga para pekerja harus menyelesaikan ratusan bungkus kue setiap hari agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.
Deri mengatakan bolu ikan original menjadi produk dengan jumlah produksi tertinggi. Dalam sehari, Kue Berkah mampu memproduksi sekitar 500 bungkus bolu ikan original. Selain itu, para pekerja juga membuat sekitar 200 bungkus bolu tapai, 300 bungkus bolu gula aren, serta 300 bungkus bolu manggis mini.
“Permintaan terus meningkat, terutama saat mendekati Lebaran. Karena itu, kami harus menambah produksi setiap hari,” ujar Deri.
Ia menjelaskan, pelanggan menyukai produk Kue Berkah karena memiliki rasa khas dan tekstur lembut. Selain menjaga kualitas bahan, Deri juga mempertahankan resep tradisional agar cita rasa produk tetap konsisten.
Pemasaran Menjangkau Luar Daerah
Kue Berkah tidak hanya menguasai pasar lokal. Para kampas rutin membawa produk tersebut ke berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Bahkan, pemasaran kini telah menjangkau Padang Aro dan beberapa daerah di Solok Selatan.
Setiap hari, para kampas datang langsung ke gudang produksi untuk mengambil pesanan. Mereka kemudian menjual kembali kue-kue tersebut ke warung, toko, dan pusat oleh-oleh di berbagai daerah.
Perluasan pasar membuat nama Kue Berkah semakin dikenal masyarakat. Banyak pelanggan kembali membeli karena menyukai rasa tradisional yang tetap terjaga hingga sekarang.
Meski usaha terus berkembang, Deri mengaku masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Hingga saat ini, ia belum pernah menerima bantuan maupun pembinaan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah semua produk disukai pembeli. Namun, kami belum pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah. Kami berharap dinas terkait bisa memberi perhatian agar usaha kecil seperti ini semakin berkembang,” katanya.
Deri berharap dukungan pemerintah dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produksi dan memperluas pemasaran. Ia juga ingin membuka peluang kerja lebih besar bagi masyarakat sekitar melalui usaha yang dirintisnya.
Menjaga Rasa Tradisional Tetap Bertahan
Di tengah maraknya makanan modern, Kue Berkah tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang menjadi ciri khas produknya. Deri percaya kualitas dan rasa menjadi kunci utama menjaga kepercayaan pelanggan.
Dari dapur sederhana itu, Deri bersama para pekerja terus menghadirkan kue tradisional yang tidak hanya menghadirkan rasa manis, tetapi juga membawa cerita tentang kerja keras, semangat, dan harapan untuk masa depan usaha lokal yang lebih maju.









