Home / Kesehatan

Kamis, 25 September 2025 - 03:38 WIB

Momen Hari Demensia Sedunia RSUD MH Athalib Beri Penyuluhan

RSUD MH Athalib menggelar penyuluhan kesehatan dalam rangka Hari Demensia Sedunia 2025.

RSUD MH Athalib menggelar penyuluhan kesehatan dalam rangka Hari Demensia Sedunia 2025.

Sungai Penuh,iNBrita.com — RSUD M. Athalib Sungai Penuh menggelar penyuluhan kesehatan dalam rangka Peringatan Hari Demensia Sedunia 2025, di Lobi RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh, Rabu (24/9/2025).

Acara ini  menghadirkan Narasumber Ahli, yaitu:

dr. Riza Firmansyah, Sp.S, M.Kes, Cht (Dokter Spesialis Saraf)

dr. Mustika Yumi, Sp.Kj (Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa)

Ory Damayanti, M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis)

Dalam Pemaparannya  dr. Riza Firmansyah menjelaskan bahwa demensia adalah menurunkan daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi kognitif yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan data global, lebih dari 55 juta orang hidup dengan demensia, dan setiap tiga detik, satu orang baru terdiagnosis.

Baca juga :   Malaysia Larang Remaja 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Banyak orang mengira lupa adalah hal biasa seiring bertambahnya usia. Padahal, itu bisa menjadi tanda awal demensia, jelas dr. Riza.

Selain itu Ia mengingatkan bahwa faktor risiko demensia meliputi usia lanjut, hipertensi, diabetes, gangguan tidur, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.

Dalam kesempatan tersebut dr. Mustika Yumi , juga  menekankan bahwa demensia bukanlah penyakit saraf ,  kondisi ini memengaruhi fungsi kognitif sekaligus kesehatan mental.

Untuk itu dr Yumi  mengajak keluarga dan lingkungan pasien  untuk memberi  dukungan agar mereka tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.

Selain itu Peran Psikolog Klinis
Tidak kalah penting, Ory Damayanti menekankan peran psikolog klinis dalam membantu pasien dan keluarga mengelola perubahan perilaku, suasana hati, dan kecemasan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kognitif rutin.

Baca juga :   Putri Yolanda Asal Kerinci Juara Tarung Drajat Sumbar

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang demensia, mendorong pencegahan melalui gaya hidup sehat, dan memberi panduan praktis bagi keluarga dalam merawat pasien.

Masyarakat yang hadir merasa mendapat banyak informasi baru.Mereka  baru sadar kalau beberapa kebiasaan keluarga ebenarnya bisa meningkatkan risiko demensia.

” Sekarang saya ingin lebih memperhatikan pola hidup kami”,  ungkap Ibu Sari, salah seorang peserta.

(Eni Syamsir)

 

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Durasi Ideal Berjalan Kaki Untuk Menurunkan Berat Badan
Ilustrasi seseorang mengalami gangguan kesehatan setelah Lebaran seperti sakit perut dan kelelahan

Kesehatan

Dampak Kesehatan yang Sering Muncul Setelah Libur Lebaran
Pemeriksaan produk pangan oleh BPOM di ritel untuk memastikan izin edar dan keamanan produk menjelang Idul Fitri.

Kesehatan

BPOM Temukan Ribuan Produk Ilegal Jelang Idul Fitri
Ilustrasi remaja sakit akibat mengikuti tren kesehatan berbahaya dengan meminum darah sendiri.

Kesehatan

Remaja Minum Darah Demi Hemoglobin, Kondisi Justru Kritis
memegangi dada dengan wajah kesakitan, menggambarkan gejala heartburn atau refluks asam lambung setelah makan.

Kesehatan

Waspadai Heartburn Setelah Makan, Bisa Jadi Gejala Kanker
Ilustrasi digital ginjal manusia yang melayang di atas tangan berbentuk jaringan teknologi.

Kesehatan

Kebiasaan Malam Hari yang Diam-Diam Merusak Ginjal
Dokter menjelaskan pentingnya deteksi dini diabetes kepada peserta seminar kesehatan.

Kesehatan

Deteksi Dini Diabetes Cegah Gejala Berat Sejak Awal
Orang menikmati minum kopi untuk meningkatkan energi

Kesehatan

Minum Kopi Setiap Hari: Bagus untuk Tubuh atau Berisiko?